Humaniora

Premier League Hapus Kewajiban Ban Lengan Pelangi Mulai Musim 2025/26

SWARNASUMBAR — Premier League resmi menghapus kewajiban penggunaan ban lengan pelangi bagi kapten klub mulai musim 2025/26. Kebijakan ini ditetapkan setelah tercapai kesepakatan kolektif di antara para kapten klub peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut.

Keputusan ini menandai perubahan pendekatan liga dalam menjalankan kampanye sosial di lapangan. Sebelumnya, atribut bertema LGBTQ menjadi bagian rutin dari kampanye tahunan. Mulai musim depan, penggunaan atribut tersebut tidak lagi bersifat wajib dan sepenuhnya menjadi pilihan individu pemain.

Kesepakatan Kapten Klub Jadi Dasar Kebijakan

Berdasarkan laporan The Athletic, penghapusan kewajiban ini bertujuan menghormati keberagaman pandangan para pemain. Premier League menilai bahwa partisipasi dalam simbol kampanye tertentu seharusnya didasari oleh kehendak pribadi, bukan aturan yang mengikat.

Liga menyadari adanya perbedaan prinsip di kalangan pemain terkait penggunaan atribut simbolik. Oleh karena itu, kebijakan baru ini dirancang untuk menghindari paksaan, sekaligus menjaga keharmonisan di dalam tim tanpa menghilangkan ruang ekspresi bagi yang memilih berpartisipasi.

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh peristiwa pada musim lalu. Salah satu insiden yang memicu diskusi luas adalah penolakan bek Manchester United, Noussair Mazraoui, terhadap penggunaan jaket bertema LGBTQ dalam agenda resmi klub.

Insiden Musim Lalu Dorong Evaluasi Liga

Dalam kejadian tersebut, sikap Mazraoui mendapat dukungan dari rekan-rekan setimnya. Skuad Manchester United secara kolektif memutuskan untuk tidak mengenakan perlengkapan bertema serupa sebagai bentuk solidaritas internal tim.

Dikutip dari The Athletic pada Kamis (5/2/2026), kebijakan baru ini dimaksudkan untuk “menghormati kebebasan hati nurani pemain, sekaligus mengurangi potensi gesekan internal di ruang ganti.” Premier League menekankan pentingnya menjaga stabilitas tim di tengah keberagaman latar belakang pemain.

Meski kewajiban dihapus, Premier League menegaskan komitmen terhadap prinsip anti-diskriminasi tetap berjalan. Liga tetap menyediakan ruang bagi klub maupun pemain yang ingin menunjukkan dukungan secara sukarela melalui mekanisme yang tidak bersifat mengikat.

“Ke depan, klub dan pemain akan memiliki opsi—bukan kewajiban—untuk mengekspresikan dukungan mereka,” tulis laporan tersebut. Dengan kebijakan ini, musim 2025/26 akan menjadi awal penerapan pendekatan baru Premier League dalam mengelola kampanye sosial di kompetisi mereka.

FM ST SATI

Recent Posts

Dr. Handi Risza Dorong Reformasi Pendidikan Tinggi demi Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Reformasi pendidikan tinggi Indonesia yang bermutu, berkeadilan, dan terintegrasi menjadi salah satu fondasi…

Rabu, 29 Juli 2026 ago

Bank Nagari–Padang Eye Center Perkuat Kolaborasi Rp140 Miliar, Dorong Layanan Kesehatan Sumatera Barat

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyaksikan penandatanganan MoU antara PT Bank Nagari dan PT Muda…

Jumat, 24 Juli 2026 ago

Universitas Paramadina Bahas Strategi Perkuat Ekonomi Halal Indonesia

Diskusi publik "Masa Depan Ekonomi Halal RI" yang digelar Universitas Paramadina bersama CSED INDEF membahas…

Kamis, 23 Juli 2026 ago

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas di Regional Sumbagut, Berlaku Mulai 14 Juli 2026

MEDAN – Harga Bright Gas Regional Sumbagut mengalami penyesuaian efektif mulai 14 Juli 2026. Pertamina…

Selasa, 21 Juli 2026 ago

Transformasi Pendidikan Era AI di Jakarta, Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Dorong Inovasi Nasional

JAKARTA – Universitas Paramadina bersama Komisi X DPR RI menggelar seminar nasional bertajuk "Transformasi Dunia…

Selasa, 21 Juli 2026 ago

BRI Pariaman Perkuat Sinergi dengan Nagari Batu Kalang, Dorong Desa BRILiaN Makin Inovatif dan Mandiri

SWARNASUMBAR.COM – BRI Cabang Pariaman memperkuat sinergi dengan Pemerintah Nagari Batu Kalang, Kabupaten Padang Pariaman,…

Jumat, 17 Juli 2026 ago