Penghargaan diserahkan oleh Asisten I Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, kepada Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, Senin (11/5/2026).
PADANG — Penghargaan HIV/AIDS Kemenaker di Padang diraih PT Semen Padang setelah perusahaan itu menyabet predikat Gold Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Penghargaan itu ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli pada Februari 2026. Kemudian, penghargaan diserahkan dalam apel pagi di Lapangan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Senin (11/5/2026).
PT Semen Padang menerima penghargaan melalui Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, didampingi Kepala Disnakertrans Sumbar Firdaus Firman.
Ahmad Zakri menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan yang aktif dan konsisten menjalankan pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang kesehatan pekerja. Selain itu, perusahaan juga perlu ikut menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS di lingkungan kerja.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan manusiawi. Upaya pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja membutuhkan konsistensi, edukasi berkelanjutan, serta dukungan kebijakan perusahaan,” ujar Ahmad Zakri.
Sementara itu, Firdaus Firman turut memberi apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Ia menilai keterlibatan aktif dunia industri mendukung agenda kesehatan nasional sekaligus memperkuat perlindungan tenaga kerja.
Penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dari Kemenaker RI menjadi bagian dari dorongan pemerintah agar perusahaan dan institusi lebih aktif menjalankan program kesehatan kerja.
Program tersebut berbasis edukasi, pencegahan, perlindungan, serta kebijakan nondiskriminatif terhadap pekerja yang hidup dengan HIV/AIDS. Selain itu, program ini mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja.
Idris mengatakan, predikat Gold yang diterima perusahaan merupakan hasil konsistensi PT Semen Padang dalam menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara terstruktur dan berkelanjutan.
Menurut Idris, perusahaan menempatkan pengendalian HIV/AIDS ke dalam kebijakan resmi sebagai bagian dari implementasi kesehatan dan keselamatan kerja.
PT Semen Padang juga membentuk Komite Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS atau P2 HIV/AIDS. Komite ini mengawal program edukasi, sosialisasi, hingga pendampingan di lingkungan kerja.
“Komitmen perusahaan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata yang menyentuh pekerja secara langsung. Kami percaya bahwa edukasi dan keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam pencegahan HIV/AIDS,” kata Idris.
Selanjutnya, PT Semen Padang secara rutin menggelar sosialisasi dan seminar kesehatan terkait HIV/AIDS. Program itu menyasar lebih dari 75 persen karyawan organik maupun tenaga outsourcing.
Tidak hanya di internal perusahaan, PT Semen Padang juga membawa edukasi HIV/AIDS ke sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan dalam meningkatkan kesadaran publik.
Selain itu, perusahaan memiliki instruksi kerja khusus terkait pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. PT Semen Padang juga menyediakan pusat layanan konseling melalui Unit Kesehatan Kerja.
Untuk memperkuat layanan, perusahaan menjalin kerja sama dengan Puskesmas Lubuk Kilangan melalui nota kesepahaman terkait layanan HIV/AIDS. Kemudian, PT Semen Padang menyiapkan dukungan anggaran khusus agar seluruh program berjalan optimal.
Perusahaan juga mengevaluasi efektivitas program secara berkala melalui survei dan kuesioner kepada karyawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja.(*)
PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…
Sebuah kapal pengangkut semen produksi PT Semen Padang bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,…
PADANG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat,…
PADANG — Hari Lingkungan Hidup 2026 Padang ditandai dengan penanaman ribuan bibit pohon di Hutan…
SWARNASUMBAR.COM — BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik…
SWARNASUMBAR.COM – Pemimpin BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran Manajemen BRI Region 3 Padang memperkuat…