Petugas BPBD dan Damkar Padang saat mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak bencana banjir bandang, Sabtu (6/6/2026). (BPBD Padang)
SWARNASUMBAR.COM – Distribusi air bersih Padang mencapai sekitar 20 juta liter sejak November 2025 hingga awal Juni 2026, saat BPBD dan Damkar Kota Padang terus melayani warga terdampak banjir bandang di berbagai wilayah kota.
Hingga Minggu (7/6/2026), tim gabungan masih menyalurkan air bersih secara rutin ke sejumlah kawasan yang mengalami kendala pasokan air akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
BPBD bersama Damkar Kota Padang mengerahkan armada tangki hampir setiap hari untuk menjangkau wilayah terdampak. Operasi distribusi menyasar Kecamatan Kuranji, Pauh, Kototangah, serta kawasan hunian sementara yang masih dihuni warga.
Pada Sabtu (6/6/2026), tim menyalurkan sebanyak 93.000 liter air bersih menggunakan lima unit armada tangki. Angka ini menunjukkan kebutuhan air bersih masih tinggi meski bencana sudah berlalu beberapa bulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan pemerintah kota terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Ia menyebut layanan ini menjadi bentuk komitmen terhadap warga yang masih terdampak.
“Meskipun bencana terjadi beberapa bulan lalu, masih ada kawasan yang mengalami kendala pasokan air bersih,” ujar Hendri.
Hendri menjelaskan tim menyusun jadwal distribusi berdasarkan laporan kebutuhan masyarakat dan hasil pemantauan langsung petugas. Pola ini membuat penyaluran lebih tepat sasaran.
Selain itu, tim aktif menyisir permukiman warga, area terdampak, hingga lokasi pengungsian yang masih dihuni. Langkah ini memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapat akses air bersih.
Dukungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang juga menjadi faktor penting dalam kelancaran distribusi. Pasokan air dari PDAM membantu menjaga kontinuitas layanan di lapangan.
“Suport dari PDAM sangat membantu, terutama di daerah yang mengalami kesulitan air,” kata Hendri.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan. Sinergi ini membuat distribusi berjalan lebih efektif dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
BPBD mencatat total distribusi air bersih mencapai sekitar 20.000.000 liter sejak operasi dimulai pascabanjir bandang November 2025. Angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.
Selain itu, intensitas distribusi yang berlangsung hampir setiap hari menunjukkan upaya berkelanjutan dari pemerintah kota. Tim tetap bekerja tanpa jeda untuk menjaga ketersediaan air bersih.
Hendri berharap kolaborasi antara BPBD, Damkar, PDAM, serta pemerintah wilayah terus diperkuat. Ia menilai sinergi tersebut penting hingga seluruh jaringan air bersih kembali normal.
“Distribusi air bersih akan terus berjalan sesuai kebutuhan hingga seluruh warga bisa menikmati layanan normal,” ujarnya.
Operasi ini menjadi contoh respons kemanusiaan jangka panjang dalam penanganan pascabencana. Pemerintah kota memastikan tidak ada warga terdampak yang tertinggal dalam akses kebutuhan dasar.(*)
PADANG – Prakiraan cuaca 7 Kota Sumbar pada Selasa (4/8/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah…
Hujan lebat menyebabkan jalan masuk salah satu sekolah di Kota Padang tergenang air yang cukup…
PADANG – Kebakaran melanda sebuah bangunan yang difungsikan sebagai rumah sekaligus toko di Jalan Asra…
DHARMASRAYA – Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran…
JAKARTA – Re: Rasa International Poster Biennale 2026 resmi dibuka di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat…
PADANG – Kejurprov Gateball Sumbar 2026 resmi bergulir di halaman Kantor Dinas Bina Marga, Cipta…