Jemaah umrah Indonesia tetap menjalankan ibadah setelah sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat drone di selatan Mekkah.
MADINAH— Drone dicegat di Mekkah oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi pada Selasa (15/9) malam. Hingga Rabu (16/9), jemaah umrah dan warga negara Indonesia (WNI) di Mekkah maupun Madinah dilaporkan aman.
Aktivitas ibadah umrah tetap berjalan setelah sebuah drone dicegat di sebelah selatan Mekkah. Pengamanan di sejumlah kawasan juga diperketat.
Direktur PT Cordoba Berkah Mandiri Tour and Travel, Ustad H. Deri Oktaviandi, Lc., M.A., memastikan kondisi jemaah Indonesia tetap baik.
Deri saat ini berada di Madinah. Ia mengatakan insiden tersebut tidak mengganggu kekhusyukan jemaah maupun rencana keberangkatan berikutnya dari Indonesia, termasuk Sumatera Barat.
“Alhamdulillah pada saat ini, jemaah umrah tetap khusyuk menjalankan ibadah umrah dan tidak terpengaruh pasca sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut mengarah ke Mekkah,” ujar Deri saat dihubungi Rakyat Sumbar melalui sambungan telepon, Rabu (16/9).
“Jadwal keberangkatan jemaah yang akan berangkat tetap terjadwal dengan baik. Insyaallah kita di sini baik-baik saja,” tambahnya.
Keterangan serupa disampaikan Abdul Ghoffar (34), muthawif asal Sapang, Madura, Jawa Timur.
Abdul Ghoffar sudah menetap sekitar lima tahun di Mekkah. Menurutnya, kondisi Kota Mekkah tetap terkendali setelah insiden tersebut.
Ia mengatakan tidak terjadi kepanikan di tengah warga maupun jemaah. Namun, sempat muncul peringatan keamanan melalui sirene dan notifikasi pada telepon seluler.
“Kami baik-baik saja, dan tidak ada kepanikan warga. Yang jelas, jemaah tetap menjalankan ibadah umrah dengan khusyuk,” katanya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, laporan Reuters menyebut pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone di sebelah selatan Mekkah pada Selasa (15/9) malam.
Pencegatan berlangsung sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyebut keamanan Mekkah dan dua masjid suci sebagai “garis merah”.
Saudi menuding kelompok Houthi di Yaman sebagai pihak yang meluncurkan drone tersebut.
Namun, juru bicara Houthi membantah telah menargetkan Mekkah. Karena itu, pihak yang berada di balik peluncuran drone masih menjadi klaim yang saling bertentangan.
Peringatan keamanan sebelumnya sempat berlaku di Mekkah dan sejumlah wilayah lain di Arab Saudi. Kondisi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Reuters melaporkan peringatan tersebut kemudian dicabut setelah ancaman dinyatakan berlalu.
Tidak ada laporan mengenai drone yang menghantam Masjidil Haram. Tidak ada pula laporan mengenai korban akibat insiden tersebut.
Di tengah situasi itu, aktivitas jemaah umrah tetap berlangsung. Jemaah Indonesia juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Jemaah juga diminta memperhatikan informasi resmi dari perwakilan Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari imbauan di tengah situasi keamanan yang berlangsung.
Deri memastikan jadwal keberangkatan jemaah berikutnya tetap berjalan sesuai rencana. Kondisi tersebut termasuk jemaah yang akan berangkat dari Indonesia, termasuk Sumatera Barat.
Sementara itu, keterangan Abdul Ghoffar menunjukkan aktivitas warga dan jemaah di Mekkah tetap berjalan. Ia juga menegaskan jemaah tetap menjalankan ibadah umrah dengan khusyuk.
Peristiwa drone dicegat di Mekkah tersebut berlangsung sebelum drone memasuki wilayah udara terlarang Kota Mekkah.
Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut di sebelah selatan Mekkah. Hingga Rabu (16/9), jemaah umrah Indonesia di Mekkah dan Madinah dilaporkan dalam kondisi aman.(*)
PADANG— Porprov XVI Sumatera Barat tetap digelar pada 2–14 Oktober 2026 sesuai hasil Rapat Koordinasi…
PADANG — Kualitas udara Padang mencapai angka 904 pada Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 WIB. Kondisi…
JAKARTA — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan aset daerah Sumbar harus tertib secara…
JAKARTA — Suahasil Nazara resmi menerima jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa…
PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pokir DPRD Sumbar dalam RAPBD 2027 harus…
SWARNASUMBAR.COM—Operasional RSU PEC Agam di Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, mendapat dukungan listrik 197 kilovolt…