JAKARTA — Penurunan mahasiswa PTS Jakarta menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI pada Kamis (4/6), ketika Universitas Paramadina mengapresiasi peran LLDIKTI Wilayah III dalam menjaga keberlangsungan perguruan tinggi swasta di tengah tren penurunan hingga 30 persen.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Rektor Universitas Paramadina Dr. Handi Risza menanggapi paparan Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Tambunan terkait kondisi penerimaan mahasiswa baru di wilayah Jakarta.
Penurunan Mahasiswa PTS Jakarta Jadi Perhatian
Dalam forum tersebut, Henri Tambunan mengungkapkan bahwa tren penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta di Jakarta terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor utama adalah panjangnya jadwal seleksi perguruan tinggi negeri, terutama pada jalur mandiri, yang membuat calon mahasiswa masih menunggu peluang masuk PTN meskipun sudah mendaftar ke PTS.
Kondisi ini berdampak langsung pada tingkat okupansi mahasiswa di PTS yang tidak sebanding dengan kapasitas yang tersedia, sehingga banyak kursi yang tidak terisi.
Dampak Finansial dan Ancaman Keberlangsungan
Menanggapi hal tersebut, Handi Risza menyatakan bahwa sebagian besar perguruan tinggi swasta saat ini mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru antara 20 hingga 30 persen.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak serius terhadap keuangan kampus karena sekitar 95 persen pendapatan PTS masih bergantung pada uang kuliah mahasiswa.
Akibatnya, beban operasional semakin berat dan berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan serta keberlangsungan institusi pendidikan tinggi swasta.
Selain itu, ia juga menyoroti adanya kampus yang bahkan tidak lagi menerima mahasiswa baru akibat penurunan tersebut.
Dorongan Kebijakan Lebih Berkeadilan
Handi menilai diperlukan intervensi pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih seimbang antara PTN dan PTS.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah pengaturan jumlah dan rentang waktu penerimaan mahasiswa baru di PTN agar tidak berdampak negatif terhadap PTS.
Ia juga menegaskan bahwa paradigma terhadap perguruan tinggi swasta perlu diubah karena PTS bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Berdasarkan data pendidikan tinggi nasional, lebih dari 54 persen mahasiswa Indonesia saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.
Harapan Penguatan Peran LLDIKTI
Handi berharap LLDIKTI Wilayah III terus memainkan peran strategis sebagai fasilitator peningkatan mutu pendidikan tinggi di Jakarta.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing.
Selain itu, dukungan kebijakan yang lebih adil diharapkan mampu menjaga keberlanjutan PTS sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi berkualitas.(*)










