Sumatra Barat

Jalur Utama Rao–Rokan Hulu Dipenuhi Rumput Tinggi, Pengendara Terancam Jarak Pandang Terbatas

Pasaman — Jalan Lintas Rao–Rokan Hulu di Kabupaten Pasaman hingga kini masih dipenuhi semak dan rumput liar di sepanjang bahu jalan. Ruas ini merupakan jalur utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses layanan kesehatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, vegetasi yang tumbuh tinggi ditemukan di sejumlah titik jalan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara, terutama di tikungan serta jalur menanjak yang membutuhkan visibilitas optimal.

Situasi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari dan saat hujan. Minimnya penerangan di beberapa bagian jalan turut memperbesar potensi bahaya bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi Jalan Lintas Dinilai Belum Terawat Maksimal

Perhatian terhadap kondisi tersebut datang dari Alisman, anak muda asal Pasaman. Ia menilai pemeliharaan jalan lintas daerah seperti Rao–Rokan Hulu belum dilakukan secara maksimal, terutama terkait pemangkasan semak dan rumput liar di bahu jalan.

“Kalau kita bandingkan, jalan di pusat kota relatif cepat dibersihkan dan dirawat. Tapi di jalan lintas seperti Rao–Rokan Hulu, semaknya masih tinggi. Padahal ini jalan yang dilalui masyarakat setiap hari,” kata Alisman.

Menurutnya, jalan lintas daerah memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan jalan perkotaan. Ruas yang sempit, berkelok, serta minim penerangan menjadikan pemangkasan vegetasi sebagai kebutuhan mendesak demi keselamatan pengguna jalan.

Warga Harapkan Pemerataan Pemeliharaan Infrastruktur

Alisman menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata soal keindahan lingkungan jalan. Ia menilai keselamatan pengguna menjadi aspek utama yang harus diperhatikan oleh instansi terkait dalam pemeliharaan infrastruktur jalan.

“Ini bukan soal keindahan atau tampilan. Ini soal keselamatan. Jalan ini dilewati petani, pedagang, pelajar, dan warga yang beraktivitas setiap hari,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pola pemeliharaan jalan yang dinilai masih berorientasi pada lokasi yang mudah terlihat publik. Akibatnya, jalan-jalan di daerah pinggiran kerap tertinggal dari sisi perawatan meski memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antarwilayah.

Alisman berharap instansi terkait dapat meningkatkan intensitas pemangkasan semak dan perawatan rutin di Jalan Lintas Rao–Rokan Hulu. Menurutnya, pemerataan pemeliharaan jalan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.

FM ST SATI

Recent Posts

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

JAKARTA--Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak…

Senin, 07 September 2026 ago

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pantau Abu Vulkanik hingga 50.000 Kaki

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan erupsi…

Minggu, 06 September 2026 ago

Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai 7 September, Ini Wilayah Terdampak di Padang

PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang memulai perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun pada…

Minggu, 06 September 2026 ago

Kemenkes Ajak Masyarakat Kenali Tanda Gangguan Jiwa Sejak Dini

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono saat Media Briefing Kesehatan Jiwa di RS Soeharto…

Sabtu, 05 September 2026 ago

Gudang Aset Dinas Pertanian Pessel Terbakar, 62 Motor Dinas Ludes

PAINAN — Gudang Aset Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) di Jalan Pramuka, Painan Selatan,…

Kamis, 03 September 2026 ago

Universitas Paramadina Cipayung Perkuat Persahabatan Indonesia–Jepang lewat Bridges Beyond Borders

JAKARTA — Universitas Paramadina Kampus Cipayung bersama Nagasaki Women’s Junior College dan AWINA memperkuat persahabatan…

Selasa, 01 September 2026 ago