BUKITTINGGI

PT Semen Padang Soroti Teknologi Beton di Balik Ketahanan Jam Gadang Selama Seabad

BUKITTINGGI — Konstruksi Jam Gadang menjadi salah satu topik utama dalam Seminar Internasional bertajuk Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026). Dalam forum tersebut, Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan Jam Gadang menggunakan teknologi beton bertulang dan mampu bertahan hampir satu abad di kawasan rawan gempa.

Seminar internasional itu menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut.

Panitia juga menghadirkan Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya sebagai narasumber. Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra memandu jalannya diskusi.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Bukittinggi memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, sejarah tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga modal untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara, termasuk Belanda.

Ramlan juga menawarkan sejumlah peluang kerja sama internasional. Program tersebut mencakup pengembangan arsip digital sejarah, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital, ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, hingga forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyampaikan pesan melalui video yang diputar dalam seminar. Ia menilai Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk dalam perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Konstruksi Jam Gadang Jadi Sorotan

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai momentum tersebut dapat memperkuat kesadaran sejarah dan budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Iskandar Z. Lubis mengajak peserta melihat Jam Gadang dari sudut pandang ilmiah. Menurutnya, ketahanan bangunan bersejarah itu jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang berkembang selama ini.

Ia menegaskan kehebatan Jam Gadang bukan terletak pada cerita penggunaan putih telur maupun anggapan sebagai kembaran Big Ben. Menurutnya, keunggulan utama bangunan tersebut terlihat dari kemampuannya bertahan selama hampir 100 tahun di wilayah yang sangat aktif secara seismik.

Iskandar kemudian mengutip penelitian berjudul The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang karya Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta. Penelitian itu terbit dalam Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 pada Maret 2018.

Penelitian tersebut muncul setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar kawasan mengalami kerusakan berat, Jam Gadang tetap mempertahankan integritas strukturnya.

“Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan teknologi beton bertulang (reinforced concrete) yang sudah sangat maju pada zamannya. Struktur bangunannya dilengkapi tulangan baja pada kolom, balok, hingga pelat lantai,” ujar Iskandar.

Penelitian Ungkap Ketahanan Struktur

Iskandar menjelaskan hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton mencapai sedikitnya 25 megapascal (MPa). Menurutnya, angka tersebut masih memenuhi standar bangunan struktural modern saat ini.

Ia juga menilai temuan itu menunjukkan Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam penguasaan teknologi konstruksi modern. Selain itu, keberadaan pabrik semen pertama di Indarung sejak 1910 membuat penggunaan teknologi beton bertulang pada pembangunan Jam Gadang tahun 1926 menjadi sesuatu yang logis.

Namun, Iskandar menegaskan bahwa keterkaitan penggunaan semen dari PT Semen Padang masih memerlukan kajian sejarah yang lebih mendalam.

Penelitian yang menjadi rujukan seminar menyimpulkan bahwa Jam Gadang tetap aman secara struktural. Peneliti tidak menemukan kerusakan struktural yang signifikan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009.

Tim peneliti juga mengonfirmasi penggunaan sistem beton bertulang sebagai struktur utama bangunan. Selain itu, mereka tidak menemukan indikasi penurunan maupun kerusakan pondasi.

Penelitian tersebut menyatakan bangunan belum memerlukan penguatan struktur tambahan. Peneliti merekomendasikan perlindungan elemen arsitektur, pengurangan beban bangunan, pembatasan jumlah pengunjung, serta pemantauan kondisi struktur secara berkala.

Selain membahas konstruksi bangunan, Iskandar mengusulkan pengembangan wisata warisan budaya secara terintegrasi. Ia menghubungkan Jam Gadang dengan Ombilin Sawahlunto, Indarung I, dan Teluk Bayur dalam satu narasi sejarah perkembangan Sumatera Barat.

Iskandar juga meluruskan narasi yang sering mengaitkan Jam Gadang dengan Big Ben di London. Menurutnya, Benhard Vortmann di Recklinghausen, Jerman, memproduksi mesin Jam Gadang. Sementara itu, Dent & Co. di London memproduksi mekanisme Big Ben.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan informasi yang disampaikan akan menjadi masukan positif untuk menambah pengetahuan ke depan.

Memasuki usia satu abad pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri kokoh sebagai ikon Kota Bukittinggi. Menara setinggi sekitar 28,3 meter itu terus menjadi saksi perkembangan sejarah, budaya, dan teknologi konstruksi di Indonesia.(*)

Fitra Mulia

Recent Posts

SPAM Taban III Padang Resmi Dikerjakan, Proyek Rp239,3 Miliar Dongkrak Kapasitas Air Bersih Dua Kali Lipat

PADANG – SPAM Taban III Padang senilai Rp239,3 miliar resmi memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan…

Selasa, 23 Juni 2026 ago

Penertiban PKL Pantai Padang, Satpol PP Bongkar Kanopi dan Tenda Melanggar Aturan

Tim gabungan Kota Padang menertibkan PKL dan membongkar bangunan liar di Pusat Kuliner Pantai Padang,…

Selasa, 23 Juni 2026 ago

Pemko Payakumbuh Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman memimpin Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Balai…

Senin, 22 Juni 2026 ago

Wajib Tahu, Ini Layanan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan

JAKARTA – Layanan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian setelah muncul keluhan di…

Senin, 22 Juni 2026 ago

Daerah Istimewa Sumbar Diusulkan, Fadli Zon: Bukittinggi Punya Peran Penentu bagi NKRI

BUKITTINGGI – Usulan Daerah Istimewa Sumbar mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk “Bridging Friendship: Strengthening Indonesia–Netherlands…

Senin, 22 Juni 2026 ago

Atlet Balap Sepeda Sumbar Tembus Podium Nasional, Raih 1 Emas dan 2 Perak

Rasjid Sahroni naik podium usai menjuarai nomor Men Youth Individual Time Trial (ITT) pada Indonesia…

Minggu, 21 Juni 2026 ago