Sumatra Barat

Pedagang Selasar Pasar Raya Padang Siap Tempuh Jalur Hukum Terkait Penertiban

Padang — Perkumpulan Pedagang Selasar Sejahtera (PPSS) Pasar Raya Padang menyatakan sikap tegas menyikapi penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Sebanyak 67 pedagang yang tergabung dalam PPSS menolak pemindahan paksa ke basement Pasar Raya Fase VII dan menyatakan siap menempuh jalur hukum.

Sikap tersebut disampaikan kuasa hukum pedagang selasar, Budi Syahrial, saat konferensi pers di Kantor Carano Law Firm, Gedung Rusunawa Purus, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Rabu (4/2). Konferensi pers itu turut dihadiri para anggota PPSS yang mayoritas merupakan pedagang aktif di kawasan selasar Pasar Raya Padang.

Budi menegaskan Pemko Padang perlu menelaah secara menyeluruh kebijakan pemindahan pedagang, terutama terkait aspek hukum, teknis, dan sosial. Ia menyebut penempatan pedagang harus steril dari konflik kepentingan serta memenuhi standar yang berlaku.

Penempatan Dinilai Tidak Sesuai Ketentuan

Menurut Budi, relokasi pedagang wajib mengacu pada standar SNI mengenai ukuran lapak sebagaimana diatur dalam Permendag, yakni 1,50 meter x 1,50 meter. Ia menilai kebijakan pemindahan ke basement dilakukan tanpa mempertimbangkan kelayakan ruang dan keselamatan pedagang.

Ia menyampaikan bahwa prinsip pemerintahan yang baik seharusnya mengedepankan musyawarah serta kajian yang matang sebelum mengambil keputusan. PPSS, kata dia, tidak menolak relokasi sepanjang seluruh ketentuan dipenuhi dan relokasi tersebut berdampak positif bagi pedagang.

Budi juga menyoroti potensi konflik di lokasi relokasi, karena sejumlah lapak yang dibagikan disebut telah ditempati pihak lain. Selain itu, ukuran lapak yang diberikan dinilai tidak sesuai standar, sehingga memicu penolakan dari pedagang selasar.

Siapkan Langkah Hukum dan Laporan Resmi

Dalam pernyataannya, Budi mengungkapkan pihaknya hingga kini masih menunggu janji sosialisasi dari Wali Kota Padang terkait kondisi dan penataan pasar ke depan. Ia menyebut sebelumnya Dinas Perdagangan sempat menyampaikan rencana fasilitasi pertemuan dengan wali kota, namun hingga saat ini belum terealisasi.

Ia juga meminta Satpol PP Kota Padang menjaga barang-barang hasil sitaan dari lapak pedagang. Menurutnya, terdapat temuan barang yang rusak dan berubah bentuk, serta penyitaan sebelumnya tidak disertai berita acara resmi.

PPSS, lanjut Budi, akan menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan persoalan ini ke Ombudsman dan Komnas HAM. Selain itu, pihaknya membuka kemungkinan menempuh gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun gugatan perdata sebagai bentuk perlawanan hukum.

FM ST SATI

Recent Posts

Pangdam TIB Resmikan Pencak Silat Militer di Padang, KONI Sumbar Minta Dukungan Porprov

PADANG — Pencak silat militer Sumbar resmi dikukuhkan di Jasdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kamis (23/4/2026),…

Kamis, 23 April 2026 ago

Tiga Atlet Silat Sumbar Berlaga di Belgia, KONI Tekankan Uji Kualitas Dunia

Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat bersama pelatih sebelum berangkat ke Belgia untuk kejuaraan internasional.…

Kamis, 23 April 2026 ago

Hari Keenam, Pencarian Dua Bocah Hanyut di Padang Belum Berhasil

SWARNASUMBAR.COM—Pencarian bocah hanyut Padang memasuki hari keenam pada Kamis (23/4/2026), namun dua korban yang hilang…

Kamis, 23 April 2026 ago

Kebakaran Gudang Zataka Express Padang, Kerugian Rp250 Juta, 7 Motor Hangus di Nanggalo

Gudang barang Zataka Express di Nanggalo terbakar pada Kamis (23/4/2026). 7 unit sepeda motor hangus,…

Kamis, 23 April 2026 ago

Patching Maut di Lubuk Cubadak Pesisir Selatan Picu Tiga Kecelakaan Pengendara

Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…

Kamis, 23 April 2026 ago

Pengendalian Sosial Nagari Jadi Fokus Mahyeldi Saat TMMD di Padang Pariaman

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…

Kamis, 23 April 2026 ago