Suasana kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu di Limapuluh Kota yang menjadi ruang rekreasi sekaligus pusat aktivitas UMKM dan usaha anak muda.
SWARNASUMBAR.COM–Kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, berkembang sebagai destinasi alam yang sekaligus menggerakkan ekonomi nagari melalui aktivitas UMKM dan keterlibatan generasi muda. Selain menawarkan panorama hutan pinus yang alami, kawasan ini menghadirkan ruang rekreasi sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat lokal.
Pantauan SWARNASUMBAR.COM menunjukkan pengelola kawasan wisata menata area hutan pinus sebagai ruang terbuka yang mendukung aktivitas rekreasi dan usaha masyarakat. Karena itu, wisata Sikabu-Kabu tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, namun juga menghadirkan peluang ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Salah satu usaha yang tumbuh di kawasan tersebut adalah Kafe Folka, kafe rintisan yang dikelola anak muda setempat dan menyatu dengan lanskap hutan pinus. Selain itu, konsep usaha ini memanfaatkan ruang terbuka dengan dominasi material kayu sehingga tetap selaras dengan lingkungan alam.
Kafe Folka menyediakan lapangan kerja bagi pemuda nagari sebagai barista, pengelola, hingga kru kebersihan. Sementara itu, keberadaan usaha tersebut memperlihatkan keterlibatan langsung generasi muda dalam pengembangan kawasan wisata.
Paschal (23), mahasiswa asal Padang, menilai pengelolaan wisata Sikabu-Kabu memberi nilai tambah karena menghubungkan rekreasi alam dengan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
“Tempat ini bukan cuma indah, tapi terasa hidup. Anak-anak muda terlibat langsung, dari kafe sampai kegiatan seni,” kata Paschal kepada SWARNASUMBAR.COM.
Selain itu, Paschal menilai konsep usaha di tengah kawasan wisata memberi peluang ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, keterlibatan generasi muda dinilai memperkuat daya tarik kawasan wisata secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pelaku UMKM lokal juga merasakan dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan. Produk seperti kuliner ringan, kopi lokal, dan berbagai olahan masyarakat dipasarkan langsung kepada pengunjung yang datang ke kawasan hutan pinus.
Selain aktivitas ekonomi, kawasan wisata Sikabu-Kabu juga menarik perhatian wisatawan karena pengelola tetap mempertahankan suasana alami hutan pinus. Sementara itu, sejumlah kegiatan seni turut hadir sehingga menambah daya tarik kawasan wisata tersebut.
Anisa (19), wisatawan asal Jambi, mengaku terkesan dengan pengelolaan kawasan wisata yang rapi namun tetap mempertahankan karakter alamnya.
“Di sini terasa ada konsep. Bukan hanya melihat pemandangan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan seni yang berjalan,” ujar Anisa.
Karena itu, kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu berkembang sebagai ruang rekreasi alam yang juga memperkuat peran ekonomi masyarakat nagari melalui usaha kreatif dan partisipasi generasi muda.(fm st sati)
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…
PADANG — Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) turun langsung ke masyarakat sebagai tim verifikasi…
SWARNASUMBAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh mendukung KKDN Sesko TNI Sumbar yang…
PADANG — Pelantikan pejabat administrator Sumbar berlangsung di Auditorium Gubernuran, Rabu (22/4/2026), saat Sekretaris Daerah…
Pelantikan pengurus KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030 di Gedung Kubuang 13, Rabu (22/4/2026). SOLOK…