Panorama Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar dengan hamparan sawah hijau dan latar Gunung Marapi.
SWARNASUMBAR.COM – Nagari Pariangan di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, terus menarik perhatian wisatawan sejak majalah Budget Travel menobatkannya sebagai salah satu desa terindah di dunia pada 2012. Hingga kini, kawasan yang berada di kaki Gunung Marapi itu masih menjadi destinasi favorit bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Selain itu, panorama alam yang terbentang luas membuat Nagari Pariangan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dengan latar pegunungan. Sementara itu, hamparan sawah hijau dan perbukitan yang mengelilingi kawasan tersebut menghadirkan pemandangan yang memukau sepanjang tahun.
Terletak pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Nagari Pariangan menghadirkan udara sejuk khas dataran tinggi. Karena itu, pengunjung dapat menikmati lanskap terbuka yang memungkinkan pandangan menjangkau cakrawala luas, terutama saat cuaca cerah ketika awan tampak bergulung di langit.
Sementara itu, pengembangan kawasan sebagai desa wisata membuat Nagari Pariangan semakin ramah bagi pengunjung. Infrastruktur jalan dari Kota Batusangkar maupun Padang Panjang kini cukup memadai, sehingga wisatawan dapat mencapai lokasi dalam waktu sekitar 30 menit dari kedua kota tersebut.
Selain itu, perjalanan menuju nagari ini juga menyuguhkan lanskap alam yang memikat. Kemudian, berbagai fasilitas penunjang wisata hadir di kawasan tersebut, mulai dari kafe, restoran, hingga homestay yang melayani kebutuhan pengunjung.
Di sisi lain, wisatawan menjadikan minuman tradisional Kawa Daun sebagai salah satu kuliner utama saat berkunjung ke Nagari Pariangan. Minuman khas Minangkabau ini berasal dari seduhan daun kopi dan hadir dalam berbagai varian, seperti kawa daun original, kawa daun susu, hingga kawa daun telur.
Reni, 41, pemilik salah satu Kafe Kawa Daun , menjelaskan jumlah pengunjung terus meningkat sejak 2017. Selain itu, ia menyebut warga sekitar mendominasi kunjungan pada hari biasa., sementara akhir pekan menghadirkan wisatawan dari Padang, Pekanbaru, hingga luar Sumatera.
“Daunnya dipilih, dijemur, lalu disangrai. Setelah itu, pedagang menyeduh daun tersebut seperti teh. Rasanya unik dan cocok diminum di suhu sejuk seperti di sini,” ujar Reni.
Namun demikian, Nagari Pariangan tidak hanya menghadirkan panorama alam dan kuliner tradisional. Kawasan ini juga menyimpan berbagai situs budaya dan sejarah yang menjadi daya tarik wisata.
Salah satunya Kuburan Panjang yang dikenal sebagai Makam Tantejo Gurhano. Makam tersebut memiliki panjang belasan meter dan masyarakat setempat mengenalnya karena kisah mistis yang menyebut panjangnya tidak pernah bisa diukur secara pasti.
Selain itu, pengunjung dapat menemukan Masjid Islah yang berdiri tidak jauh dari lokasi makam. Masjid tua bergaya arsitektur Minangkabau itu memiliki atap bertingkat dan menara tinggi yang menjadi ciri khas bangunan.
Keunikan lainnya, masjid tersebut memiliki sumber air panas alami dari Gunung Marapi. Karena itu, masyarakat memanfaatkan air panas tersebut sebagai pemandian sekaligus tempat berwudhu bagi pengunjung.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Paschal 23, warga Padang, mengaku sering menyempatkan diri datang ke Nagari Pariangan saat berkunjung ke Batusangkar.
“Bentang alamnya luar biasa, ada sawah, bukit, awan-awan bergulung. Menikmati kawa daun di tengah sejuknya udara di sini, rasanya pas banget,” ungkapnya.(FM ST Sati)
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…
PADANG — Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) turun langsung ke masyarakat sebagai tim verifikasi…
SWARNASUMBAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh mendukung KKDN Sesko TNI Sumbar yang…
PADANG — Pelantikan pejabat administrator Sumbar berlangsung di Auditorium Gubernuran, Rabu (22/4/2026), saat Sekretaris Daerah…
Pelantikan pengurus KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030 di Gedung Kubuang 13, Rabu (22/4/2026). SOLOK…