Pangkep, Sulawesi Selatan – Sepuluh personel Tim SAR gabungan terpaksa bermalam di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500, karena proses evakuasi korban tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.Lokasi kecelakaan berada di medan ekstrem dengan kemiringan curam, hutan lebat, dan akses terbatas, sehingga pengangkatan jenazah harus ditunda demi keselamatan tim, menurut keterangan Tim SAR gabungan di lapangan.Para personel turun ke jurang menggunakan peralatan terbatas dan menghadapi risiko tinggi. Setelah mencapai titik jatuhnya pesawat, tim menemukan beberapa jenazah korban yang harus dijaga semalaman.Penjagaan dilakukan untuk mencegah gangguan satwa liar serta pergeseran medan akibat cuaca. Kondisi suhu dingin dan minim pencahayaan menjadi tantangan tambahan selama malam hari.Untuk bertahan, tim mendirikan bivak darurat di sekitar lokasi dan melakukan penjagaan secara bergantian. Komunikasi dengan tim di atas jurang tetap dilakukan guna melaporkan perkembangan dan menunggu instruksi lanjutan.Tim SAR menyatakan evakuasi jenazah direncanakan dilanjutkan keesokan harinya secara bertahap dengan bantuan tali dan peralatan khusus, menyesuaikan kondisi medan dan cuaca.
PADANG — Pencak silat militer Sumbar resmi dikukuhkan di Jasdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kamis (23/4/2026),…
Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat bersama pelatih sebelum berangkat ke Belgia untuk kejuaraan internasional.…
SWARNASUMBAR.COM—Pencarian bocah hanyut Padang memasuki hari keenam pada Kamis (23/4/2026), namun dua korban yang hilang…
Gudang barang Zataka Express di Nanggalo terbakar pada Kamis (23/4/2026). 7 unit sepeda motor hangus,…
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…