Pangkep, Sulawesi Selatan – Sepuluh personel Tim SAR gabungan terpaksa bermalam di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500, karena proses evakuasi korban tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.Lokasi kecelakaan berada di medan ekstrem dengan kemiringan curam, hutan lebat, dan akses terbatas, sehingga pengangkatan jenazah harus ditunda demi keselamatan tim, menurut keterangan Tim SAR gabungan di lapangan.Para personel turun ke jurang menggunakan peralatan terbatas dan menghadapi risiko tinggi. Setelah mencapai titik jatuhnya pesawat, tim menemukan beberapa jenazah korban yang harus dijaga semalaman.Penjagaan dilakukan untuk mencegah gangguan satwa liar serta pergeseran medan akibat cuaca. Kondisi suhu dingin dan minim pencahayaan menjadi tantangan tambahan selama malam hari.Untuk bertahan, tim mendirikan bivak darurat di sekitar lokasi dan melakukan penjagaan secara bergantian. Komunikasi dengan tim di atas jurang tetap dilakukan guna melaporkan perkembangan dan menunggu instruksi lanjutan.Tim SAR menyatakan evakuasi jenazah direncanakan dilanjutkan keesokan harinya secara bertahap dengan bantuan tali dan peralatan khusus, menyesuaikan kondisi medan dan cuaca.
SWARNASUMBAR.COM – Satpol PP Kota Padang menggelar razia di sejumlah kafe, karaoke, dan tempat hiburan…
SWARNASUMBAR.COM – Kloter 02 Embarkasi Padang (PDG 02) asal Provinsi Bengkulu menjalani masa transit sekitar…
SWARNASUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali memperkuat tradisi kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idul…
SWARNASUMBAR.COM – Program digitalisasi bansos Kota Padang resmi masuk tahap percepatan setelah ditunjuk sebagai pilot…
Kegiatan panen raya ikan nila oleh Kodaeral II Padang di Desa Kampung Kandang, Pariaman Timur.…
PADANG — Kinerja Muhibuddin Sumbar mendapat pujian dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat acara…