Pangkep, Sulawesi Selatan – Sepuluh personel Tim SAR gabungan terpaksa bermalam di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500, karena proses evakuasi korban tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.Lokasi kecelakaan berada di medan ekstrem dengan kemiringan curam, hutan lebat, dan akses terbatas, sehingga pengangkatan jenazah harus ditunda demi keselamatan tim, menurut keterangan Tim SAR gabungan di lapangan.Para personel turun ke jurang menggunakan peralatan terbatas dan menghadapi risiko tinggi. Setelah mencapai titik jatuhnya pesawat, tim menemukan beberapa jenazah korban yang harus dijaga semalaman.Penjagaan dilakukan untuk mencegah gangguan satwa liar serta pergeseran medan akibat cuaca. Kondisi suhu dingin dan minim pencahayaan menjadi tantangan tambahan selama malam hari.Untuk bertahan, tim mendirikan bivak darurat di sekitar lokasi dan melakukan penjagaan secara bergantian. Komunikasi dengan tim di atas jurang tetap dilakukan guna melaporkan perkembangan dan menunggu instruksi lanjutan.Tim SAR menyatakan evakuasi jenazah direncanakan dilanjutkan keesokan harinya secara bertahap dengan bantuan tali dan peralatan khusus, menyesuaikan kondisi medan dan cuaca.
Sekda Sumbar Arry Yuswandi membuka PKU Akbar 2026 bersama ratusan nasabah UMKM di Kabupaten Solok.…
PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…
Sebuah kapal pengangkut semen produksi PT Semen Padang bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,…
PADANG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat,…
PADANG — Hari Lingkungan Hidup 2026 Padang ditandai dengan penanaman ribuan bibit pohon di Hutan…
SWARNASUMBAR.COM — BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik…