Ekonomi

Jusuf Kalla Ingatkan Ancaman El Nino dan Beban Utang Negara dalam Manajemen Krisis

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menjadi pembicara utama dalam Seminar Publik Hybrid Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina di Jakarta.

JAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa krisis ekonomi dan politik memiliki keterkaitan yang erat dan tidak dapat dipisahkan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” yang digelar Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina di Ruang Granada, Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung, Selasa (9/6/2026).

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan sejarah Indonesia menunjukkan bahwa gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering berkembang menjadi krisis politik yang berdampak terhadap stabilitas nasional.

“Krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. Bung Karno turun karena krisis ekonomi yang kemudian berkembang menjadi krisis politik. Harga beras naik, BBM naik, orang melakukan demonstrasi, lalu muncul berbagai gejolak politik. Pak Harto juga demikian saat krisis 1998 hingga akhirnya turun setelah memimpin selama 32 tahun,” ujar Jusuf Kalla.

Nilai Tukar Rupiah dan Kepercayaan Investor Jadi Sorotan

Jusuf Kalla menilai kondisi nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator penting dalam mengantisipasi krisis ekonomi. Menurutnya, nilai mata uang sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Mata uang itu soal supply dan demand. Banyak orang menyimpan dolar Amerika Serikat karena tidak percaya kepada rupiah. Semakin banyak orang menyimpan dolar, maka nilai rupiah akan semakin turun,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa diukur hanya dari aktivitas di pusat-pusat perbelanjaan. Menurutnya, penilaian ekonomi harus memperhatikan pasar modal dan pasar riil secara bersamaan.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa ramainya pusat perbelanjaan belum tentu mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat. Karena itu, kondisi pasar riil perlu menjadi perhatian dalam melihat kesehatan ekonomi nasional.

Ia juga menyoroti melemahnya pasar modal yang menurutnya menunjukkan adanya persoalan kepercayaan investor. Menurutnya, investor akan menanamkan modal ketika memiliki keyakinan terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

“Pasar modal turun karena masalah kepercayaan. Orang membeli saham karena percaya perusahaan itu akan menghasilkan laba. Ketika kepercayaan menurun, saham-saham dilepas,” ujarnya.

Kampus Didorong Aktif Memberikan Solusi

Dalam seminar tersebut, Jusuf Kalla juga menyoroti dampak sosial yang muncul akibat tekanan ekonomi. Menurutnya, meningkatnya angka pengangguran dapat memicu berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dan sosial memiliki hubungan yang saling memengaruhi sehingga memerlukan perhatian bersama.

Di sisi lain, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mencari solusi atas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa. Menurutnya, universitas tidak hanya bertugas mencerdaskan masyarakat, tetapi juga menghasilkan penelitian yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik.

“Tugas universitas pertama adalah mencerdaskan bangsa. Kedua, memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah melalui hasil-hasil penelitian. Kampus harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran Universitas Paramadina yang aktif memberikan pandangan dan kajian terhadap berbagai isu nasional.

Efisiensi Fiskal dan Ancaman Global Perlu Diantisipasi

Pada sektor fiskal, Jusuf Kalla menegaskan pentingnya efisiensi anggaran negara melalui evaluasi terhadap berbagai pengeluaran yang tidak memberikan dampak produktif secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Pengeluaran yang tidak produktif harus dikurangi. Jangan terlalu lama. Langsung saja ambil keputusan mengenai beban mana yang harus dipotong dan dikurangi agar fiskal negara menjadi lebih sehat,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun mendatang, termasuk ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional.

Menurut Jusuf Kalla, Indonesia juga perlu mengantisipasi potensi krisis kelistrikan akibat minimnya pembangunan infrastruktur energi dalam beberapa tahun terakhir serta meningkatnya beban subsidi yang dapat memberi tekanan terhadap keuangan negara.

Menutup pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni dampak konflik global seperti perang di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina, tingginya beban utang negara, serta pentingnya manajemen krisis melalui pengendalian defisit APBN dan pengurangan pengeluaran yang tidak produktif.

“Manajemen krisis harus dilakukan dengan mengurangi utang melalui pengendalian defisit APBN. Semua pengeluaran yang tidak produktif perlu dikurangi atau dihapus agar ekonomi dapat lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Fitra Mulia

Recent Posts

Tata Kelola Olahraga Prestasi Sumbar Jadi Rujukan, Dispora dan KONI Musi Rawas Utara Lakukan Benchmarking

PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

Ekspor Semen Padang Padang 540.771 Ton ke 4 Negara, Perkuat Pasar Global

Sebuah kapal pengangkut semen produksi PT Semen Padang bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

Api Mengamuk di Kampung Jao Padang, 34 Bangunan Hangus, 38 Warga Mengungsi

PADANG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat,…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

PLN UID Sumbar Ikut Tanam Ribuan Pohon di Padang pada Hari Lingkungan Hidup 2026

PADANG — Hari Lingkungan Hidup 2026 Padang ditandai dengan penanaman ribuan bibit pohon di Hutan…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

BRI Khatib Sulaiman dan BPS Kota Padang Perkuat Sinergi Data dan Layanan Keuangan untuk Dukung Ekonomi Daerah

SWARNASUMBAR.COM — BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik…

Kamis, 11 Juni 2026 ago

BRI Khatib Sulaiman Perkuat Sinergi dengan Distrik Navigasi Teluk Bayur, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

SWARNASUMBAR.COM – Pemimpin BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran Manajemen BRI Region 3 Padang memperkuat…

Kamis, 11 Juni 2026 ago