Kondisi jalan rusak dengan lubang dan permukaan bergelombang di ruas Jalan Padang Besi dan Jalan Raya Bandar Buat, Kota Padang, Selasa (7/4/2026)
SWARNASUMBAR.COM—PADANG — Jalan berlubang Padang Besi di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menjadi ancaman serius bagi pengendara, Selasa (7/4/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik di ruas Jalan Padang Besi hingga Jalan Raya Bandar Buat mengalami kerusakan parah dengan lubang dan permukaan tidak rata.
Kondisi ini muncul di jalur utama penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Solok yang berperan sebagai akses logistik dan transportasi antar-kota. Selain itu, kerusakan terlihat menyebar di titik strategis dengan aspal mengelupas dan membentuk gundukan tidak beraturan.
Kerusakan jalan memaksa pengendara meningkatkan kewaspadaan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. Sementara itu, arus kendaraan berat yang melintas menambah risiko kecelakaan di jalur tersebut.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Idhamsyah (36), mengaku aktivitas hariannya terganggu akibat kondisi jalan yang tidak mulus. Ia bahkan menyebut melintas di jalur tersebut seperti menghadapi risiko tinggi setiap hari.
“Kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang ini sering sekali mengganggu aktivitas saya. Ditambah lagi, saya merasa was-was kalau harus berdekatan dengan truk-truk besar yang melintas. Jalan yang tidak rata bisa membuat motor oleng, dan hal buruk bisa saja terjadi kapan saja,” ujar Idhamsyah.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata melalui perawatan rutin. Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya saat kerusakan parah, melainkan harus berlangsung berkala agar jalan tetap aman.
Ia juga mengusulkan penerapan lajur khusus bagi kendaraan besar seperti truk. Menurutnya, kebijakan ini akan meningkatkan keselamatan sekaligus menjaga daya tahan aspal.
Keluhan serupa datang dari Rice (45), warga yang tinggal di Komplek Mutiara Abadi yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Ia menilai insiden kendaraan oleng sering terjadi akibat kontur jalan yang bergelombang dan miring.
“Jalan rusak ini memang sering membahayakan, apalagi motor. Biasanya kalau mau menyalip truk, motor sering oleng karena aspalnya tidak rata. Itu bahaya sekali,” ungkap Rice.
Kemudian, Dony yang berada di lokasi menambahkan kerusakan jalan menjadi persoalan lama yang belum terselesaikan. Ia menilai tingginya volume kendaraan bertonase besar mempercepat kerusakan aspal, meski penambalan darurat kerap dilakukan.
Selain itu, jalur menuju Semen Padang dan arah Solok dilalui kendaraan berat dengan intensitas tinggi setiap hari. Tekanan beban berlebih membuat struktur jalan cepat retak hingga membentuk lubang dalam.
Situasi semakin berbahaya saat hujan mengguyur wilayah Kota Padang. Lubang yang tertutup genangan air kerap tidak terlihat oleh pengendara.
Akibatnya, pengendara berisiko terperosok dan mengalami kecelakaan tunggal secara tiba-tiba. Hingga kini, warga berharap Dinas Pekerjaan Umum segera merespons kondisi tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Padang Besi masih terpantau padat. Pengendara diimbau menjaga jarak aman, terutama di dekat kendaraan besar, serta mengurangi kecepatan saat melintasi titik jalan rusak.
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…
PADANG — Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) turun langsung ke masyarakat sebagai tim verifikasi…
SWARNASUMBAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh mendukung KKDN Sesko TNI Sumbar yang…
PADANG — Pelantikan pejabat administrator Sumbar berlangsung di Auditorium Gubernuran, Rabu (22/4/2026), saat Sekretaris Daerah…
Pelantikan pengurus KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030 di Gedung Kubuang 13, Rabu (22/4/2026). SOLOK…