Hujan lebat menyebabkan jalan masuk salah satu sekolah di Kota Padang tergenang air yang cukup tinggi.
PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul curah hujan Sumbar yang meningkat sejak Senin (3/8/2026). Imbauan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan imbauan tersebut setelah menerima informasi perkembangan cuaca dari BMKG. Berdasarkan prakiraan itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan.
Mahyeldi meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca melalui sumber resmi. Ia juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melintasi atau bertahan di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” kata Mahyeldi di Padang, Senin (3/8/2026).
Selain itu, gubernur mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan rawan bencana agar segera mengungsi apabila muncul tanda-tanda yang dapat memicu banjir atau tanah longsor.
Menurut Mahyeldi, langkah antisipasi sejak dini jauh lebih penting dibandingkan mengambil risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunda evakuasi apabila kondisi di lapangan mulai memburuk.
Menghadapi peningkatan curah hujan Sumbar, Mahyeldi telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi terkait untuk bersiaga penuh. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Instruksi itu diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Kesehatan, serta unsur terkait lainnya. Mereka diminta memperkuat koordinasi, meningkatkan pemantauan lapangan, dan memberikan pelayanan secara cepat kepada masyarakat.
“Kita harus bergerak cepat dan saling berkoordinasi agar setiap kejadian dapat segera ditangani,” ujar Mahyeldi.
Di samping itu, gubernur mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan bantuan diharapkan menjadi prioritas dalam upaya penanganan di lapangan.
Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan segera menghubungi petugas apabila menemukan potensi bahaya atau membutuhkan bantuan.
Pemprov Sumbar memastikan terus memantau perkembangan curah hujan Sumbar dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan agar upaya penanganan dapat berlangsung cepat, tepat, dan terpadu demi melindungi keselamatan masyarakat.
Sumber: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Adpim Sumbar).
PADANG – Prakiraan cuaca 7 Kota Sumbar pada Selasa (4/8/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah…
PADANG – Kebakaran melanda sebuah bangunan yang difungsikan sebagai rumah sekaligus toko di Jalan Asra…
DHARMASRAYA – Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran…
JAKARTA – Re: Rasa International Poster Biennale 2026 resmi dibuka di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat…
PADANG – Kejurprov Gateball Sumbar 2026 resmi bergulir di halaman Kantor Dinas Bina Marga, Cipta…
PADANG – DLH Kota Padang HJK ke-357 menyiagakan 438 personel dengan sistem kerja 24 jam…