Kesehatan

Bahaya Membakar Kotak Telur untuk Usir Nyamuk, Picu Infeksi Paru hingga Gangguan Pernapasan

SWARNASUMBAR.COM–Kebiasaan membakar kotak telur untuk mengusir nyamuk ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Praktik ini memicu paparan asap berbahaya yang dapat masuk ke paru-paru dan menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang.

Selain itu, pengalaman seorang warga menunjukkan dampak nyata dari kebiasaan tersebut. Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami infeksi paru-paru yang diduga dipicu oleh kebiasaan membakar kotak telur setiap sore untuk mengusir nyamuk.

Awalnya, ia tidak menyadari penyebab gangguan kesehatannya. Namun kemudian, ia mengaku rutin menghirup asap hasil pembakaran bahan tersebut, hingga akhirnya merasakan nyeri dada dan sesak napas yang semakin memburuk.

Dokter yang menangani menjelaskan bahwa asap dari pembakaran kotak telur mengandung zat berbahaya. Zat tersebut masuk ke saluran pernapasan dan memicu infeksi pada paru-paru.

Kandungan Beracun dalam Asap Kotak Telur

Kotak telur umumnya berasal dari bahan daur ulang yang mengandung berbagai unsur tambahan seperti lem, tinta, dan bahan kimia lain. Oleh karena itu, saat dibakar, material ini melepaskan zat beracun ke udara.

Beberapa zat berbahaya yang dihasilkan antara lain karbon monoksida (CO), partikel halus (PM2.5), benzena, dan formaldehida. Zat-zat tersebut dikenal berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama jika terhirup secara terus-menerus.

Selain itu, paparan berulang terhadap asap ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Di antaranya meliputi batuk kronis, asma yang semakin parah, bronkitis, hingga infeksi paru-paru.

Dalam kondisi tertentu, paparan jangka panjang bahkan berpotensi meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronik atau COPD. Oleh sebab itu, kebiasaan ini tidak dapat dianggap sebagai solusi aman untuk mengusir nyamuk.

Dampak Serius pada Sistem Pernapasan

Menghirup asap hasil pembakaran kotak telur secara langsung dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Gejala yang muncul antara lain sesak napas dan batuk berkepanjangan.

Selain itu, infeksi paru-paru dapat terjadi akibat masuknya partikel berbahaya ke dalam saluran pernapasan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka risiko komplikasi kesehatan akan semakin meningkat.

Bahkan demikian, dalam jangka panjang, paparan zat beracun tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kronis. Risiko kanker paru-paru juga dapat meningkat apabila paparan berlangsung terus-menerus.

Kelompok Rentan Lebih Berisiko

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak polusi udara dari pembakaran kotak telur. Hal ini karena sistem imun mereka cenderung lebih lemah dibandingkan orang dewasa sehat.

Akibatnya, paparan asap dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius. Gejala yang muncul bisa berupa napas pendek, pneumonia, hingga kerusakan jaringan paru-paru.

Selain itu, paparan dalam lingkungan tertutup seperti di dalam rumah dapat memperburuk kondisi. Oleh karena itu, risiko kesehatan menjadi lebih tinggi jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin.

Kesimpulan

Membakar kotak telur bukanlah cara aman untuk mengusir nyamuk. Sebaliknya, kebiasaan ini justru memicu paparan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit serius dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, masyarakat perlu menghindari praktik ini demi menjaga kesehatan.

FM ST SATI

Recent Posts

Pemprov Sumbar Alokasikan Rp7,4 Miliar untuk Infrastruktur Strategis Solok Selatan

SWARNASUMBAR.COM--Upaya Pemulihan Pascabencana Solok Selatan terus diperkuat setelah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P)…

Rabu, 10 Juni 2026 ago

Kemenkum Sumbar Dorong PKS KI di Lima Puluh Kota, Fokus Lindungi Komoditas Unggulan

SARILAMAK — PKS Kekayaan Intelektual Lima Puluh Kota menjadi fokus kerja sama antara Kantor Wilayah…

Selasa, 09 Juni 2026 ago

Musprov I Squash Sumbar Pilih Yofialdi, Fokus Bangkitkan Prestasi

Yofialdi terpilih sebagai Ketua Umum Squash Sumbar periode 2026-2030 dalam Musprov di Padang. SWARNASUMBAR.COM-- Yofialdi…

Selasa, 09 Juni 2026 ago

Keselamatan Perka Diperkuat, KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Liar

SWARNASUMBAR.COM-- Penutupan perlintasan liar Pariaman kembali dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II…

Selasa, 09 Juni 2026 ago

Sinergi BRI Dharmasraya dan Pengadilan Agama Pulau Punjung Diperkuat, Fokus Tingkatkan Layanan Publik

SWARNASUMBAR.COM – Sinergi BRI Dharmasraya dengan Pengadilan Agama Pulau Punjung kembali diperkuat melalui pertemuan kelembagaan…

Selasa, 09 Juni 2026 ago

Renovasi Poliklinik Polresta Bukittinggi Dimulai, BRI Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan

SWARNASUMBAR.COM — Fasilitas kesehatan di lingkungan Polresta Bukittinggi akan diperkuat melalui program renovasi poliklinik yang…

Selasa, 09 Juni 2026 ago