SWARNASUMBAR.COM–Upaya Pemulihan Pascabencana Solok Selatan terus diperkuat setelah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) mencatat total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp33,55 triliun. Sementara itu, kebutuhan anggaran pemulihan mendesak tercatat sebesar Rp21,44 triliun dan pemerintah pusat berkomitmen memberikan pendanaan sekitar Rp18 triliun secara bertahap pada periode 2026–2028.
Selain dukungan tersebut, pemerintah pusat juga memberikan penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026. Kabupaten Solok Selatan memperoleh tambahan dukungan anggaran sebesar Rp80,9 miliar untuk mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menjelaskan Pemerintah Provinsi Sumbar saat ini mengalokasikan berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Solok Selatan dengan total nilai sekitar Rp7,4 miliar.
Anggaran tersebut disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Salah satu program prioritas yang mulai dikerjakan pada 2026 adalah pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh. Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran tahap awal sebesar Rp4,3 miliar untuk mendukung pembangunan akses tersebut.
Menurut Arry, pembangunan jalan itu menjadi langkah awal untuk membuka akses yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan ruas tersebut akan menjadi salah satu prioritas pembangunan guna meningkatkan konektivitas Solok Selatan dengan daerah sekitarnya.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur irigasi. Program itu mencakup rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, rehabilitasi jaringan irigasi Bandar Bangko, serta rehabilitasi jaringan irigasi Sawah Padang untuk mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat.
“Kemudian juga ada sejumlah program lainnya. Secara akumulasi total anggaran keseluruhannya mencapai 7,4 miliar,” ujar Arry saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang dipimpin langsung Bupati Solok Selatan, Khairunas, di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Padang, Selasa (9/6/2026).
Dalam audiensi tersebut, Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerahnya.
Khairunas berharap pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jika belum memungkinkan diselesaikan pada tahun 2026, kami berharap dapat kembali menjadi prioritas pada tahun 2027. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Khairunas.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sumbar terus memperjuangkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah guna mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan.
Sementara itu, Arry menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk memperkuat sinergi pembangunan dengan pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini menyiapkan akselerasi pembangunan tahun 2027 melalui harmonisasi program agar pembangunan berjalan lebih efektif dan saling mendukung.
Pada kesempatan yang sama, Arry memaparkan kondisi Sumbar pascabencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi juga memberi tekanan besar terhadap perekonomian daerah.
Terkait arah pembangunan tahun 2027, Pemprov Sumbar menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial dan Ketahanan Pangan”. Tema tersebut akan diwujudkan melalui berbagai fokus pembangunan, antara lain peningkatan produktivitas pertanian, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Audiensi itu turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.(*)
SWARNASUMBAR.COM-- Operasi Pasar Minyakita Padang Juni 2026 digelar Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan di…
SWARNASUMBAR.COM-- Angin kencang tumbangkan pohon Padang hingga menutup akses Jalan Pertanian di Kelurahan Lubukminturun, Kecamatan…
Ilustrasi pergerakan dolar AS dan investasi global yang mendorong pertumbuhan reksa dana berbasis valuta asing.…
PADANG — Isu penanganan PETI Sumbar menjadi sorotan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang menegaskan…
Sekda Sumbar Arry Yuswandi membuka PKU Akbar 2026 bersama ratusan nasabah UMKM di Kabupaten Solok.…
PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…