Beranda / INTERNASIONAL / Operasi Militer AS–Israel di Iran Picu Penutupan Penerbangan Regional

Operasi Militer AS–Israel di Iran Picu Penutupan Penerbangan Regional

SWARNASUMBAR.COM — Ketegangan konflik Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026). Presiden Donald Trump menyatakan operasi utama ditujukan melumpuhkan kekuatan militer Teheran serta mengeliminasi ancaman pengembangan senjata nuklir.

Serangan udara sejak pagi menghantam instalasi militer, simbol pemerintahan, dan pusat intelijen. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan langkah ini diambil untuk menyingkirkan ancaman permanen dari Iran. Salah satu ledakan dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei, sementara keberadaannya disebut masih belum diketahui.

Dampak Korban Sipil dan Target Balasan

Laporan IRNA menyebutkan 57 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka akibat serangan yang mengenai sebuah sekolah anak perempuan di Iran Selatan. Serpihan rudal di ibu kota Uni Emirat Arab juga dilaporkan menewaskan satu orang.

Menanggapi agresi, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan komitmen membela kedaulatan negara. Garda Revolusi Iran memobilisasi serangan balasan dengan drone dan rudal ke wilayah Israel serta instalasi militer AS di kawasan Teluk.

Sirene bahaya terdengar di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Target dilaporkan mencakup markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Al Udeid. Militer Israel melalui Letkol Nadav Shoshani menyatakan belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat rentetan balasan tersebut.

BACA JUGA  Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Rudal di Teheran

Pernyataan Trump dan Dampak Transportasi Udara

Dalam pernyataan video delapan menit, Trump menyebut keterlibatan militer AS didorong akumulasi ketegangan sejak revolusi 1979 serta kegagalan negosiasi nuklir di Jenewa. Ia menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka setelah operasi berakhir.

AS mengerahkan armada tempur besar di Laut Mediterania dengan penambahan lebih dari 10.000 personel. Dampak langsung dirasakan pada transportasi udara setelah ruang udara Israel, Uni Emirat Arab, Irak, dan Qatar ditutup. Maskapai besar seperti Emirates, Etihad, Qatar Airways, dan Turkish Airlines membatalkan atau mengalihkan penerbangan rute internasional menuju Dubai, Doha, hingga India.

Sumber: AP News

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *