SWARNASUMBAR.COM–Memasuki periode peralihan menuju dominasi Monsun Australia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, kondisi atmosfer yang tidak stabil selama masa peralihan musim berpotensi meningkatkan intensitas hujan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat. Informasi tersebut menyoroti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia.
Pada periode 31 Maret hingga 2 April 2026, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, BMKG juga mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Barat. Sementara itu, potensi angin kencang terdeteksi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Memasuki periode 3 hingga 6 April 2026, BMKG kembali memperbarui wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Di sisi lain, BMKG mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Timur. Namun demikian, BMKG tidak mencatat potensi angin kencang pada periode ini.
Selain merinci wilayah terdampak, BMKG juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Hujan lebat berpotensi terjadi disertai angin kencang dan petir yang dapat memicu gangguan aktivitas.
Selanjutnya, BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah curam, bergunung, atau rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Risiko yang perlu diantisipasi meliputi banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta kondisi jalan licin.
Sementara itu, BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan memahami potensi bencana di wilayah masing-masing. Masyarakat dapat mengenali jalur evakuasi sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.
Di sisi lain, BMKG menegaskan pentingnya mengakses informasi resmi untuk memantau perkembangan cuaca. Masyarakat dapat memperoleh pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar aktivitas tetap berjalan aman.
Dengan demikian, kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dampak yang mungkin terjadi selama periode tersebut. (sumber ppid BMKG)
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…
PADANG — Sebanyak 312 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) turun langsung ke masyarakat sebagai tim verifikasi…
SWARNASUMBAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan kesiapan penuh mendukung KKDN Sesko TNI Sumbar yang…
PADANG — Pelantikan pejabat administrator Sumbar berlangsung di Auditorium Gubernuran, Rabu (22/4/2026), saat Sekretaris Daerah…
Pelantikan pengurus KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030 di Gedung Kubuang 13, Rabu (22/4/2026). SOLOK…