Ekonomi

Akses Layanan Hemodialisis Terputus, Puluhan Pasien Cuci Darah Keluhkan Penonaktifan BPJS PBI Mendadak

Puluhan pasien gagal ginjal kehilangan akses hemodialisis setelah BPJS PBI dinonaktifkan mendadak. KPCDI desak pemerintah bertindak cepat.

SWARNA — Puluhan pasien gagal ginjal di Indonesia terancam tidak dapat melanjutkan pengobatan rutin setelah kepesertaan BPJS Kesehatan jalur Penerima Bantuan Iuran (PBI) mereka dinonaktifkan secara mendadak. Penonaktifan tersebut menyebabkan pasien kehilangan akses layanan cuci darah atau hemodialisis yang bersifat vital dan tidak boleh terhenti.

Kondisi ini pertama kali disuarakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Organisasi tersebut menyatakan penonaktifan dilakukan tanpa pemberitahuan kepada peserta, sehingga pasien baru mengetahui status nonaktif saat hendak menjalani jadwal rutin cuci darah di rumah sakit.

Bagi pasien gagal ginjal, hemodialisis merupakan tindakan medis penyambung nyawa untuk menyaring racun dalam tubuh yang tidak lagi dapat dilakukan oleh ginjal. Terhentinya layanan ini berpotensi langsung memperburuk kondisi kesehatan pasien dalam waktu singkat.

Ketua Umum KPCDI menilai kebijakan tersebut sangat membahayakan keselamatan pasien. Ia menegaskan bahwa akses layanan kesehatan bagi penderita penyakit kronis adalah hak dasar yang tidak seharusnya terputus akibat persoalan administrasi.

Pasien Ditolak Rumah Sakit Akibat Status Nonaktif

Dalam unggahan akun media sosial Folkative pada Kamis (5/2/2026), KPCDI menyampaikan bahwa dampak penonaktifan kepesertaan BPJS PBI langsung dirasakan di lapangan. Sejumlah pasien dilaporkan ditolak rumah sakit karena status kepesertaan mereka dinyatakan tidak aktif saat verifikasi administrasi.

“Dialisis bukan pilihan bagi pasien gagal ginjal, itu menentukan hidup atau mati mereka,” ujar Ketua Umum KPCDI sebagaimana dikutip dari unggahan tersebut.

Hingga saat ini, KPCDI mencatat sedikitnya terdapat 30 laporan pasien yang mengalami pemutusan asuransi kesehatan pemerintah secara tiba-tiba. Jumlah tersebut dinilai berpotensi bertambah apabila tidak ada sinkronisasi data yang cepat antara Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan.

Pasien yang terdampak diwajibkan membayar biaya pengobatan dengan tarif pasien umum. Biaya satu kali tindakan hemodialisis dapat mencapai jutaan rupiah, sementara peserta PBI umumnya berasal dari kelompok ekonomi rendah yang sepenuhnya bergantung pada bantuan iuran pemerintah.

KPCDI Desak Pengaktifan Ulang BPJS PBI Pasien Kronis

Situasi ini menempatkan pasien pada tekanan finansial sekaligus risiko medis yang tinggi. Banyak pihak menilai bahwa proses pembersihan atau sinkronisasi data kemiskinan kerap menjadi pemicu penonaktifan BPJS PBI secara administratif.

KPCDI mendesak pemerintah agar segera mengaktifkan kembali kepesertaan pasien gagal ginjal yang terdampak. Organisasi tersebut juga meminta adanya kebijakan pengecualian bagi pasien penyakit kronis agar layanan medis intensif tidak terhambat oleh persoalan data kependudukan.

Masyarakat diharapkan ikut memantau perkembangan kasus ini. Keterlambatan satu kali jadwal cuci darah saja dinilai dapat memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

Hingga kini, pemerintah melalui instansi terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi mengenai alasan penonaktifan serta mekanisme pengaktifan kembali BPJS PBI. Transparansi dan solusi cepat dinilai penting agar pasien tidak terus berada dalam ketidakpastian yang mengancam keselamatan jiwa.

FM ST SATI

Recent Posts

Pemko Padang Gelar Operasi Pasar Minyakita Juni 2026, Ini Lokasi dan Aturannya

SWARNASUMBAR.COM-- Operasi Pasar Minyakita Padang Juni 2026 digelar Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan di…

Minggu, 14 Juni 2026 ago

BPBD Padang Evakuasi Pohon Tumbang di Lubukminturun, Akses Jalan Kembali Normal

SWARNASUMBAR.COM-- Angin kencang tumbangkan pohon Padang hingga menutup akses Jalan Pertanian di Kelurahan Lubukminturun, Kecamatan…

Minggu, 14 Juni 2026 ago

Reksa Dana Dolar AS Melonjak di Indonesia, AUM Tembus US$3,16 Miliar Dorong Tren Diversifikasi

Ilustrasi pergerakan dolar AS dan investasi global yang mendorong pertumbuhan reksa dana berbasis valuta asing.…

Sabtu, 13 Juni 2026 ago

Penanganan PETI Sumbar di Padang, Mahyeldi Tekankan Akar Masalah dan Pengawasan BBM

PADANG — Isu penanganan PETI Sumbar menjadi sorotan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang menegaskan…

Sabtu, 13 Juni 2026 ago

Sekda Sumbar Apresiasi Peran PNM Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM

Sekda Sumbar Arry Yuswandi membuka PKU Akbar 2026 bersama ratusan nasabah UMKM di Kabupaten Solok.…

Sabtu, 13 Juni 2026 ago

Tata Kelola Olahraga Prestasi Sumbar Jadi Rujukan, Dispora dan KONI Musi Rawas Utara Lakukan Benchmarking

PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…

Jumat, 12 Juni 2026 ago