Kesehatan

Kesehatan Anak Usia Pra Sekolah hingga 10 Tahun Jadi Prioritas, Ini Fokus Penanganannya

SWARNASUMBAR–Kesehatan anak pada rentang usia pra sekolah hingga usia sekolah menjadi perhatian penting karena berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Masa anak-anak dimulai pada usia pra sekolah 60–84 bulan dan berlanjut hingga usia sekolah, yakni 7 sampai 10 tahun, sehingga memerlukan upaya kesehatan yang terencana dan berkelanjutan.

Upaya kesehatan anak-anak mencakup tata laksana dan rujukan pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, rehabilitasi serta perawatan jangka panjang bagi anak dengan penyakit kronis atau langka. Selain itu, pola asuh, stimulasi perkembangan, serta penyediaan lingkungan yang sehat dan aman menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan anak.

Skrining Dini dan Pemantauan Pertumbuhan Anak

Pada usia pra sekolah, skrining kesehatan diperlukan untuk mendeteksi lebih awal berbagai masalah kesehatan. Deteksi dini ini memungkinkan intervensi dilakukan lebih cepat guna mencegah kematian, kedisabilitasan, dan kesakitan pada anak.

Kesehatan anak dapat dilihat dari indikator fisik seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang sesuai dengan usia. Anak yang sehat menunjukkan pertumbuhan yang seimbang dan perkembangan yang sesuai tahap usianya, sehingga pemantauan rutin menjadi bagian penting dalam upaya kesehatan anak.

Peran Gizi, Aktivitas Fisik, dan Kesehatan Mental

Asupan makanan sehat dan bergizi menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan anak. Anak membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan fisik dan mental secara optimal.

Aktivitas fisik teratur, seperti bermain di luar rumah atau olahraga ringan, berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru serta memperkuat otot dan tulang. Selain aspek fisik, kesehatan mental dan emosional anak juga perlu diperhatikan karena anak dapat mengalami stres dan tekanan dari lingkungan sekitarnya.

Dukungan emosional dari orangtua, termasuk konseling bila diperlukan, membantu anak menghadapi stres dan kecemasan. Apabila muncul keluhan atau tanda-tanda kesehatan yang tidak optimal, orangtua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan terdekat agar pencegahan dan perawatan dapat dilakukan secara tepat. ( sumber KEMENKES)

FM ST SATI

Recent Posts

Kebakaran Dadok Tunggul Hitam Padang, Kerugian Tembus Rp750 Juta

PADANG – Kebakaran melanda sebuah bangunan yang difungsikan sebagai rumah sekaligus toko di Jalan Asra…

Senin, 03 Agustus 2026 ago

Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya Dibuka, Mahyeldi Tegaskan Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan

DHARMASRAYA – Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran…

Minggu, 02 Agustus 2026 ago

Menteri Ekraf Resmikan Re: Rasa International Poster Biennale 2026, Paramadina Satukan 88 Desainer dari 25 Negara

JAKARTA – Re: Rasa International Poster Biennale 2026 resmi dibuka di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat…

Minggu, 02 Agustus 2026 ago

Kejurprov Gateball Sumbar 2026 di Padang Diikuti 70 Atlet, Jadi Pemanasan Menuju Porprov

PADANG – Kejurprov Gateball Sumbar 2026 resmi bergulir di halaman Kantor Dinas Bina Marga, Cipta…

Minggu, 02 Agustus 2026 ago

DLH Kota Padang Siagakan 438 Personel selama HJK ke-357, Targetkan Zero Visible Litter

PADANG – DLH Kota Padang HJK ke-357 menyiagakan 438 personel dengan sistem kerja 24 jam…

Minggu, 02 Agustus 2026 ago

Perubahan Trase Jalan Manggopoh–Padang Luar di Agam, Menteri PU Minta Sumbar Segera Ajukan Usulan Solusi Jangka Panjang

AGAM – Perubahan trase Jalan Manggopoh–Padang Luar menjadi arahan utama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik…

Sabtu, 01 Agustus 2026 ago