Indonesia

Gempa M7.1 Guncang Sabah, Terbesar di Zona Kalimantan Sejak 1900

SWARNASUMBAR.COM–Gempa M7.1 Sabah Malaysia terjadi pada 23 Februari 2026 pukul 00:57:46 dan langsung tercatat sebagai yang terbesar di zona Kalimantan sejak 1900. Data dari United States Geological Survey (USGS) Catalog menunjukkan gempa berpusat di 6.84 LU dan 116.25 BT, sekitar 99 kilometer utara Kinabalu, dengan kedalaman 633 kilometer serta tidak berpotensi tsunami.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Sabah, Malaysia, yang berada di sekitar Kalimantan bagian utara dan Laut Sulawesi. USGS mencatat magnitudo 7,1 sehingga gempa tersebut menjadi peristiwa seismik terbesar di kawasan itu dalam lebih dari satu abad terakhir.

Wilayah Kalimantan dikenal relatif lebih stabil dibandingkan daerah lain di Indonesia yang berada di jalur subduksi aktif. Aktivitas gempa besar jarang muncul di kawasan ini sehingga kemunculan gempa bermagnitudo di atas M7 menjadi peristiwa yang tidak biasa.

Karakteristik Tektonik dan Kedalaman Gempa

Gempa M7.1 Sabah Malaysia tidak terjadi di zona megathrust utama seperti di barat Sumatera atau selatan Jawa. Peristiwa ini berkaitan dengan aktivitas dalam lempeng atau intraslab serta interaksi kompleks di sekitar Kalimantan bagian utara dan Laut Sulawesi.

Kedalaman 633 kilometer menunjukkan gempa tergolong gempa dalam atau deep-focus earthquake. Gempa dalam umumnya tidak memicu tsunami meskipun memiliki magnitudo besar karena sumber energinya berada jauh di bawah permukaan bumi.

Data historis menunjukkan kawasan Kalimantan jarang mencatat gempa dengan magnitudo setinggi ini sejak awal abad ke-20. Sebagian besar gempa di wilayah tersebut berada pada kategori kecil hingga menengah berdasarkan katalog gempa global.

Catatan Historis dan Signifikansi

Gempa M7.1 Sabah Malaysia menjadi tonggak penting dalam sejarah kegempaan zona Kalimantan. Catatan USGS Catalog menempatkan peristiwa ini sebagai yang terbesar di kawasan tersebut sejak 1900.

Dengan kedalaman sangat besar dan tanpa potensi tsunami, risiko dampak permukaan umumnya lebih terbatas dibandingkan gempa dangkal. Peristiwa ini menegaskan bahwa wilayah yang relatif stabil tetap memiliki dinamika tektonik aktif yang tercatat dalam sejarah seismik global.(Sumber Info Gempa Dunia)

FM ST SATI

Recent Posts

Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).…

Senin, 14 September 2026 ago

Kualitas Udara Padang Berbahaya, Disdikbud Terbitkan Instruksi Khusus

PADANG — Kualitas udara Padang masuk kategori Berbahaya pada Senin (14/9/2026). Kondisi tersebut mendorong Dinas…

Senin, 14 September 2026 ago

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Universitas Andalas (Unand) memperkuat riset dan inovasi…

Senin, 14 September 2026 ago

BRI Region 3 Padang dan Polda Sumbar Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Berdampak

SWARNASUMBAR.COM— BRI Region 3 Padang dan Polda Sumbar memperkuat komunikasi kelembagaan untuk membuka peluang kolaborasi…

Senin, 14 September 2026 ago

BRI Pariaman Perkuat Sinergi dengan InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau

SWARNASUMBAR.COM— BRI Cabang Pariaman memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau.…

Senin, 14 September 2026 ago

Film Urang Bunian Tayang 17 September, Angkat Mitos Sumatra

Poster film Urang Bunian yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.(gbr…

Minggu, 13 September 2026 ago