Cuaca Ekstrem Diperpanjang 17–23 Februari 2026, Peta Sebaran Hujan Lebat Meluas di Indonesia Barat dan Selatan (doc info BMKG)
Swarnasumbar–Cuaca ekstrem resmi diperpanjang hingga sepekan ke depan, terhitung 17–23 Februari 2026, dengan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh angin monsun Asia (baratan) yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia dan diperkuat oleh seruak dingin.
Peringatan kewaspadaan ditekankan terutama untuk wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, yang diperkirakan mengalami intensitas hujan lebih tinggi selama periode tersebut.
Monsun Asia dan Peralihan Musim Perkuat Intensitas Hujan
Perpanjangan status cuaca ekstrem terjadi karena angin monsun Asia masih aktif dan melintasi Indonesia, sehingga meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan di berbagai wilayah. Kondisi ini diperparah oleh adanya seruak dingin yang memperkuat suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Selain faktor dinamika atmosfer tersebut, Indonesia saat ini berada di akhir puncak musim hujan dan memasuki masa peralihan menuju musim pancaroba ke kemarau yang diprediksi berlangsung pada Maret hingga April 2026. Fase peralihan musim ini dikenal meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam waktu singkat dan terjadi secara merata di banyak wilayah.
Wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat mencakup Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Utara.
Periode 17–23 Februari 2026 menjadi rentang waktu yang perlu diwaspadai masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, mengingat kombinasi monsun Asia aktif, seruak dingin, serta fase akhir musim hujan menuju pancaroba berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan dalam durasi yang relatif singkat.
Teks Foto:








