Beranda / Humaniora / Pernah Tidur di Toilet Stasiun, Chris Gardner Kini Dikenal sebagai Investor Sukses

Pernah Tidur di Toilet Stasiun, Chris Gardner Kini Dikenal sebagai Investor Sukses

San Francisco — Nama Chris Gardner dikenal luas setelah kisah hidupnya diangkat dalam film The Pursuit of Happyness (2006). Namun, sebelum sukses, Gardner pernah hidup sebagai tunawisma sambil mengasuh anak balitanya seorang diri.

Pada awal 1980-an, Gardner mengalami kebangkrutan, perpisahan dengan istri, dan kehilangan tempat tinggal. Ia dan putranya berpindah-pindah lokasi tidur di San Francisco, termasuk di toilet umum Stasiun BART, sebagaimana diceritakan Gardner dalam memoarnya.

Chris Gardner dalam film The Pursuit of Happyness (2006)

Di tengah kondisi tersebut, Gardner mengikuti program magang pialang saham di Dean Witter Reynolds. Program ini tidak memberikan gaji dan hanya menerima satu peserta terbaik dari puluhan kandidat.

Pada siang hari, Gardner menjalani pelatihan di kantor dengan pakaian kerja formal. Di luar jam kerja, ia bergantung pada dapur umum dan tempat penampungan tunawisma untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Selama masa magang, Gardner tercatat melakukan ratusan panggilan telepon setiap hari kepada calon klien dan belajar secara mandiri pada malam hari. Usahanya berbuah hasil ketika ia diterima sebagai karyawan tetap.

Beberapa tahun kemudian, Gardner mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich & Co. Ia kemudian dikenal sebagai investor, penulis, dan pembicara motivasi di Amerika Serikat.

Kisah hidupnya dibukukan dalam The Pursuit of Happyness dan diadaptasi ke film dengan judul sama, dibintangi Will Smith dan dirilis pada 2006.

Sumber:
The Pursuit of Happyness, Chris Gardner
– Columbia Pictures (2006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *