Bisnis & Umkn

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Rp800 Miliar, Siap Masuk Industri Farmasi Nasional

SWARNASUMBAR.COM–Muhammadiyah mengambil langkah strategis dengan memasuki industri farmasi nasional melalui pembangunan pabrik cairan infus mandiri. Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi organisasi yang selama ini dikenal memiliki jaringan luas di sektor kesehatan dan pendidikan, namun masih bergantung pada pihak lain dalam penyediaan produk medis.

Pada Senin, 13 April 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan entitas bisnis baru bernama PT Suryavena Farma Indonesia di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Peluncuran tersebut menandai keseriusan organisasi dalam mengembangkan kemandirian di sektor hulu kesehatan, khususnya dalam produksi cairan infus.

Selama ini, Muhammadiyah mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik di seluruh Indonesia. Namun, kebutuhan cairan infus yang besar masih dipenuhi melalui pihak ketiga. Kondisi ini dinilai menjadi kendala dalam menjaga stabilitas pasokan.

Direktur Utama PT Suryavena Farma Indonesia, Tatat Rahmita Utami, mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap produsen lain menyebabkan keterbatasan suplai. Ia menjelaskan bahwa meskipun Muhammadiyah memiliki kekuatan di sektor layanan kesehatan, ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan masih belum sepenuhnya mandiri.

Sebelum peluncuran perusahaan ini, produk dengan merek Suryavena sebenarnya telah beredar sejak Maret 2024. Namun, produksi dilakukan melalui kerja sama maklon dengan PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan. Skema tersebut dinilai hanya sebagai solusi sementara karena memiliki keterbatasan kapasitas dan tidak menjamin kontinuitas pasokan dalam jangka panjang.

Sebagai langkah lanjutan, Muhammadiyah merencanakan pembangunan pabrik infus di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena merupakan kawasan industri cairan infus nasional serta telah memenuhi berbagai persyaratan teknis, termasuk kualitas air yang sesuai standar produksi farmasi steril. Lahan seluas sekitar 14 hektare telah disiapkan dan dinyatakan layak untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp700 hingga Rp800 miliar. Pendanaan akan berasal dari kombinasi perbankan dan investor, dengan dukungan studi kelayakan yang melibatkan akademisi dari Institut Teknologi Bandung serta konsultan keuangan independen.

Dari sisi produksi, pabrik ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 15 juta botol infus setiap tahun. Sebanyak 13 juta botol akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan internal jaringan Muhammadiyah dan Aisyiyah, sementara sisanya akan dipasarkan ke masyarakat umum. Bahkan sebelum pabrik berdiri, permintaan dari luar jaringan Muhammadiyah sudah menunjukkan potensi yang signifikan, didorong oleh harga yang kompetitif serta kualitas produk yang dinilai baik.

Operasional pabrik ditargetkan dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028. Jika rencana ini terealisasi, Muhammadiyah tidak hanya akan memperkuat kemandirian pasokan medis, tetapi juga memperluas perannya sebagai produsen di industri farmasi nasional. Langkah ini sekaligus menandai transformasi Muhammadiyah dari sekadar pengguna menjadi pelaku utama dalam rantai pasok sektor kesehatan di Indonesia.(fm)

Fitra Mulia

Recent Posts

Tata Kelola Olahraga Prestasi Sumbar Jadi Rujukan, Dispora dan KONI Musi Rawas Utara Lakukan Benchmarking

PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

Ekspor Semen Padang Padang 540.771 Ton ke 4 Negara, Perkuat Pasar Global

Sebuah kapal pengangkut semen produksi PT Semen Padang bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

Api Mengamuk di Kampung Jao Padang, 34 Bangunan Hangus, 38 Warga Mengungsi

PADANG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat,…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

PLN UID Sumbar Ikut Tanam Ribuan Pohon di Padang pada Hari Lingkungan Hidup 2026

PADANG — Hari Lingkungan Hidup 2026 Padang ditandai dengan penanaman ribuan bibit pohon di Hutan…

Jumat, 12 Juni 2026 ago

BRI Khatib Sulaiman dan BPS Kota Padang Perkuat Sinergi Data dan Layanan Keuangan untuk Dukung Ekonomi Daerah

SWARNASUMBAR.COM — BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik…

Kamis, 11 Juni 2026 ago

BRI Khatib Sulaiman Perkuat Sinergi dengan Distrik Navigasi Teluk Bayur, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

SWARNASUMBAR.COM – Pemimpin BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran Manajemen BRI Region 3 Padang memperkuat…

Kamis, 11 Juni 2026 ago