Beranda / Sumatra Barat / SAWAHLUNTO / Kota Sawahlunto Raih Adipura 2026, Masuk Dua Terbaik Sumbar

Kota Sawahlunto Raih Adipura 2026, Masuk Dua Terbaik Sumbar

Wali Kota Sawahlunto bersama jajaran DPKPPLH menerima penghargaan Adipura 2026 pada Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

JAKARTA, 25 Februari 2026Adipura 2026 Kota Sawahlunto kembali diraih setelah kota di Provinsi Sumatera Barat memenuhi kriteria ketat penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan nasional itu diterima Wali Kota Riyanda Putra di Jakarta.

Dari seluruh Indonesia, hanya 35 kabupaten/kota yang lolos standar tahun ini. Di Sumatera Barat, Sawahlunto menjadi satu dari dua daerah penerima bersama Padang. Capaian ini menempatkan Adipura 2026 Kota Sawahlunto sebagai indikator kinerja layanan lingkungan di tingkat regional.

Penilaian berlangsung dua tahap pada 17 September 2025 dan 25 November 2025. Tim KLH menilai pengelolaan sampah, kebersihan ruang publik, pengendalian pencemaran, serta inovasi lingkungan. Dinas teknis daerah mendampingi proses verifikasi lapangan.

Dari sisi kebijakan, dukungan pemerintah daerah tercermin pada alokasi anggaran 2025 sebesar Rp1,22 miliar dari APBD dan tambahan Rp40 juta non-APBD. Kerangka regulasi mencakup RPJMD, peraturan daerah pengelolaan sampah, peraturan wali kota, dan surat edaran. Skor kebijakan mencapai 4,33 dari maksimum 6,00.

Cakupan layanan kebersihan dinilai layak di empat kecamatan dengan skor 23,12 dari maksimum 28,50. Indikator operasional menunjukkan efektivitas pengangkutan, pembersihan area umum, serta pengelolaan titik-titik rawan timbulan sampah. Kota juga menjalankan inovasi pengendalian pencemaran di fasilitas publik.

BACA JUGA  Banjir Rendam Permukiman di Lubuk Begalung Padang, Tim SAR Dikerahkan Sejak Malam

Dari aspek sumber daya manusia, daerah menyediakan penyuluh dan tenaga pengolah sampah yang dinilai kompeten. Pemerintah kota memperluas pemberdayaan masyarakat melalui skema swadaya dan edukasi kepada pemangku kepentingan. Pendekatan ini memperkuat praktik pemilahan di tingkat rumah tangga dan fasilitas umum.

Dibandingkan tahun sebelumnya, cakupan layanan dan kepatuhan regulasi menunjukkan peningkatan konsistensi. Pada siklus 2024, skor kebijakan belum melampaui capaian 2025. Kenaikan skor 2025 menjadi penopang utama lolosnya Adipura 2026 Kota Sawahlunto di tengah standar yang makin ketat.

Bagi warga, capaian Adipura 2026 Kota Sawahlunto berdampak pada kepastian layanan pengangkutan rutin, kebersihan ruang publik, dan pengurangan titik pembuangan liar. Pemerintah daerah menyiapkan integrasi pengelolaan komunal untuk memperluas akses layanan di permukiman padat.

KLH menyertakan rekomendasi tindak lanjut. Pemerintah kota diminta mengakselerasi anggaran pengelolaan sampah, memperkuat tata kelola kelembagaan, mengembangkan kompetensi SDM, serta membangun infrastruktur pusat olah sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Implikasi kebijakan ini mengarah pada efisiensi layanan, pengurangan residu ke TPA, dan kolaborasi dengan sektor swasta.

Penghargaan Adipura 2026 Kota Sawahlunto menjadi dasar penguatan program lingkungan daerah pada 2026–2027. Pemerintah kota menyiapkan penyesuaian regulasi turunan agar rekomendasi KLH terimplementasi di tingkat operasional. ( sumber diskominfo sawahlunto )

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *