Pegulat Sumatera Barat Gilang Ilhaza dilantik menjadi Letnan Dua Infanteri TNI AD melalui jalur Perwira Prajurit Karier atlet berprestasi di Mabes TNI, Jakarta.
SWARNASUMBAR.COM–Pagi hari sering kali masih gelap ketika Gilang Ilhaza memulai latihan di matras gulat. Namun, di tengah rutinitas latihan keras itu, pegulat andalan Sumatera Barat tersebut terus menempuh perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.
Kemudian, perjalanan itu mencapai momentum penting pada Kamis, 12 Maret 2026. Gilang resmi dilantik menjadi Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) TNI AD melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) jalur khusus atlet berprestasi di Mabes TNI Jakarta.
Selain itu, Panglima TNI Agus Subiyanto memimpin langsung pelantikan tersebut. Upacara yang sama juga melantik 624 perwira PaPK reguler serta 172 perwira PaPK jalur khusus.
Sementara itu, Gilang Ilhaza berasal dari Sulit Air, Sumatera Barat. Ia lahir pada 13 Januari 1998 dari pasangan Nazarwin dan Yurnepis, serta telah menekuni olahraga gulat sejak usia muda.
Selain Gilang, jalur khusus atlet berprestasi tersebut juga menerima tiga atlet gulat lainnya, empat atlet hoki, satu atlet muaythai, dan satu atlet bola voli. Oleh sebab itu, pelantikan ini menjadi bagian dari rekrutmen atlet ke dalam tubuh TNI.
Namun demikian, bagi Gilang momen pelantikan bukan sekadar seremoni militer. Ia memandangnya sebagai pengakuan atas perjalanan panjang latihan, pengorbanan, dan disiplin yang telah ia jalani selama bertahun-tahun di dunia olahraga.
Selain itu, kebiasaan disiplin dalam latihan gulat menurutnya sangat dekat dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam dunia militer.
“Latihan gulat itu mengajarkan disiplin yang sangat kuat. Kita harus tepat waktu, konsisten berlatih, menjaga kondisi tubuh, dan tidak mudah menyerah,” kata Gilang.
Sementara itu, Gilang juga menjelaskan bahwa disiplin atlet memiliki kesamaan dengan disiplin militer. Menurutnya, keduanya sama-sama menuntut keteguhan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi tekanan.
“Bagi saya, disiplin atlet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan disiplin militer. Sama-sama menuntut keteguhan, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tekanan,” ujar peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand tersebut.
Di sisi lain, perjalanan seorang pegulat juga penuh tantangan fisik dan mental. Gilang menjelaskan bahwa bantingan, benturan, serta cedera menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari latihan sehari-hari.
“Capek, kena banting, terbentur, bahkan cedera itu sudah biasa. Kadang setiap latihan kita harus menahan sakitnya cedera,” kata Gilang.
Kemudian, ia juga mengingat momen ketika harus berlatih sendiri saat banyak orang masih tidur, bahkan menghadapi komentar merendahkan setelah mengalami kegagalan dalam pertandingan.
“Kadang kita latihan sendiri saat orang lain masih tidur. Ketika gagal, ada yang merendahkan. Kata-kata seperti itu kadang menyakitkan, tapi justru itu yang membuat kita semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pelantikan tersebut Panglima TNI Agus Subiyanto menekankan bahwa para perwira baru harus memiliki integritas, loyalitas, serta disiplin tinggi sebagai prajurit TNI.
Selain itu, Panglima TNI mengingatkan bahwa seorang perwira tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan intelektual. Namun, mereka juga harus memiliki karakter kepemimpinan, semangat pengabdian, serta kesiapan menjaga kedaulatan negara.
Di sisi lain, kehadiran atlet berprestasi di tubuh TNI dinilai membawa energi baru bagi institusi militer. Atlet telah terbiasa dengan disiplin, kerja keras, serta mental kompetitif yang relevan dengan kehidupan prajurit.
Oleh sebab itu, kesempatan menjadi perwira melalui jalur atlet berprestasi menunjukkan penghargaan negara terhadap dedikasi para atlet.
Namun demikian, meski kini menyandang pangkat Letnan Dua Infanteri, Gilang menegaskan bahwa ia tetap akan menjalani latihan gulat.
“Setelah ini saya akan tetap berlatih menjaga kondisi fisik dan mengevaluasi apa saja kekurangan saya sebagai pegulat,” ujarnya.(fm)
PADANG — Pencak silat militer Sumbar resmi dikukuhkan di Jasdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kamis (23/4/2026),…
Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat bersama pelatih sebelum berangkat ke Belgia untuk kejuaraan internasional.…
SWARNASUMBAR.COM—Pencarian bocah hanyut Padang memasuki hari keenam pada Kamis (23/4/2026), namun dua korban yang hilang…
Gudang barang Zataka Express di Nanggalo terbakar pada Kamis (23/4/2026). 7 unit sepeda motor hangus,…
Kondisi lubang jalan nasional di Lubuk Cubadak, Pesisir Selatan, yang dibiarkan terbuka lebih dari 10…
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka TMMD ke-128 di Nagari Batu Gadang, Padang Pariaman. PADANG PARIAMAN…