Swarnasumbar–Setiap kali Ramadan mendekat, suasana di berbagai penjuru dunia, terutama di Indonesia, mulai terasa berbeda karena masyarakat bersiap menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan lahir dan batin. Masjid-masjid dibersihkan, rumah-rumah dipercantik, dan hati dipersiapkan untuk menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk.
Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kebiasaan turun-temurun, melainkan memiliki makna sosial, budaya, dan spiritual yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Bersih-bersih dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Simbol Penyucian Diri Menyambut Ramadan
Di banyak daerah di Indonesia, membersihkan rumah sebelum Ramadan merupakan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk kesiapan menyambut bulan suci. Aktivitas ini dilakukan menjelang dimulainya ibadah puasa dan menjadi simbol menjernihkan hati serta pikiran agar dapat menjalani Ramadan dengan khusyuk.

Tradisi bersih-bersih jelang Ramadan dapat dikatakan memiliki dua periode utama, yakni sebelum menjalankan ibadah puasa dan sebelum melaksanakan shalat Idulfitri. Bersih-bersih sebelum puasa difokuskan pada penyambutan bulan Ramadan sebagai momentum pembaruan diri.
Makna yang terkandung dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas membersihkan debu atau merapikan rumah, tetapi juga merefleksikan kesiapan spiritual untuk memasuki bulan penuh ibadah. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, masyarakat berharap suasana Ramadan menjadi lebih nyaman dan khidmat.
Dua Periode Tradisi: Jelang Puasa dan Jelang Lebaran
Selain dilakukan sebelum Ramadan, tradisi bersih-bersih juga kembali dilakukan menjelang Lebaran sebagai bagian dari persiapan menyambut hari raya. Pada periode ini, kegiatan difokuskan pada persiapan menyambut shalat Idulfitri dan menerima tamu di rumah masing-masing.
Bersih-bersih jelang Lebaran menjadi bagian dari rangkaian tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan dan kesiapan menyambut hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Aktivitas tersebut kembali menegaskan bahwa kebersihan dipandang sebagai simbol penyucian diri, baik sebelum memulai puasa maupun sebelum merayakan Idulfitri.
Dengan demikian, tradisi bersih-bersih jelang Ramadan dan Lebaran tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tradisi ini merefleksikan kesiapan lahir dan batin dalam menyambut momen keagamaan yang dinanti setiap tahun.







