Beranda / Sumatra Barat / Dua Irigasi Rusak Pascabanjir, 3.100 Hektare Sawah di Padang Terdampak Kekeringan

Dua Irigasi Rusak Pascabanjir, 3.100 Hektare Sawah di Padang Terdampak Kekeringan

PADANG — Dua jaringan irigasi di Kota Padang mengalami kerusakan total akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Dampaknya, ribuan hektare sawah warga hingga kini mengalami kekeringan.

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung kondisi irigasi di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (27/1/2026) siang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan aliran irigasi yang menjadi sumber air lahan pertanian masyarakat.

Fadly Amran menyebutkan, luas sawah terdampak kekeringan mencapai sekitar 3.100 hektare. Panjang jalur irigasi menjadi tantangan dalam proses pemulihan, namun upaya percepatan terus dilakukan bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, telah menyerahkan data lengkap kepada pemerintah pusat, meliputi pendataan by name by address dan by koordinat untuk sawah, tambak, serta ladang masyarakat yang terdampak.

Saat ini, Balai Wilayah Sungai masih melakukan pekerjaan pemulihan aliran sungai dalam kerangka tanggap darurat. Pekerjaan difokuskan untuk mengembalikan fungsi aliran air agar dapat kembali mengairi lahan pertanian.

Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah Kota Padang mengusulkan penanganan jangka panjang, termasuk pembangunan sabo dam, cek dam, dan infrastruktur pengendali banjir lainnya untuk mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.

Fadly Amran menyampaikan, Pemko Padang telah mengajukan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp3,6 triliun, mencakup sektor infrastruktur, sosial, ekonomi, dan aspek pendukung lainnya.(*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *