Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dipastikan berlanjut dan diperluas pada 2026 dengan target menjangkau 130,3 juta penduduk Indonesia, sebagai bagian dari penguatan deteksi dini penyakit.
Kementerian Kesehatan mencatat target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan cakupan CKG terus bertambah hingga mencapai 70 persen populasi pada 2029.
Pada 2026, layanan CKG tidak hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama, tetapi juga diperluas ke lingkungan perkantoran dan sekolah. Sasaran program mencakup masyarakat usia produktif, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Perluasan ini difokuskan untuk mendeteksi lebih dini penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, yang menjadi penyebab utama tingginya beban pembiayaan kesehatan.
Pemerintah menetapkan Cek Kesehatan Gratis sebagai program prioritas nasional di bidang kesehatan. Program ini diarahkan pada pencegahan penyakit sejak dini guna menekan risiko komplikasi dan mengurangi beban biaya kesehatan keluarga.

Masyarakat dapat mengakses layanan CKG melalui puskesmas, serta melakukan pendaftaran digital menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Selain itu, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan skrining kesehatan setahun sekali melalui aplikasi Mobile JKN, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kementerian Kesehatan menegaskan, layanan Cek Kesehatan Gratis dapat dimanfaatkan satu kali dalam setahun. Hasil pemeriksaan menjadi dasar tindak lanjut medis apabila ditemukan faktor risiko penyakit.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI








