Pengunjung memadati Bazar Ramadhan 1447 H di halaman parkir Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (12/3/2026), sebagian warga mengaku tidak mengetahui adanya kupon subsidi belanja.
SWARNASUMBAR.COM — Pelaksanaan Bazar Ramadhan di halaman parkir Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (12/3/2026) menarik perhatian banyak warga sejak pagi hari. Namun demikian, sebagian pengunjung menyampaikan kekecewaan karena tidak mengetahui adanya kupon subsidi harga yang disediakan panitia dan mitra pendukung.
Selain itu, kupon subsidi bernilai Rp5.000 hingga Rp10.000 tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan. Akan tetapi, banyak pengunjung mengaku tidak memperoleh informasi mengenai fasilitas tersebut ketika berada di lokasi bazar.
Sementara itu, sejumlah warga menilai sosialisasi mengenai kupon subsidi tidak merata sehingga sebagian besar pengunjung datang tanpa mengetahui mekanisme mendapatkan potongan harga tersebut.
Salah seorang pengunjung, Silka (40), mengaku datang sejak pagi untuk berbelanja kebutuhan dapur di bazar tersebut. Namun demikian, ia baru mengetahui adanya kupon subsidi setelah melihat beberapa pengunjung lain menggunakannya saat transaksi.
“Saya benar-benar tidak tahu kalau ada kupon subsidi. Padahal kalau tahu, tentu sangat membantu untuk belanja kebutuhan dapur. Sayang sekali informasinya tidak sampai ke kita yang datang ke sini,” ujar Farina saat ditemui di lokasi bazar.
Selain itu, Rice (45) menyampaikan kekecewaan serupa. Ia datang ke halaman Kantor Gubernur Sumbar setelah menerima informasi umum mengenai bazar murah, namun ia tidak menemukan penjelasan mengenai pembagian kupon subsidi.
“Saya cuma tahu ada bazar, jadi langsung datang saja. Sampai di sini, tidak ada yang memberi tahu soal kupon. Seharusnya informasi seperti itu dipasang besar-besar atau diumumkan lewat pengeras suara supaya adil,” tutur Rice.
Di sisi lain, sejumlah pedagang yang berjualan di area bazar juga menyoroti persoalan distribusi kupon. Hengki (40), salah satu pedagang, menyebut sebagian besar pembeli yang datang ke lapaknya tidak membawa kupon karena tidak mengetahui mekanisme pengambilannya.
Selain itu, ia juga menemukan beberapa pengunjung memegang lebih dari satu kupon. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pembagian kupon di lapangan belum berjalan merata.
“Sangat tidak adil melihat ada yang punya tiga kupon, sementara yang lain tidak dapat sama sekali. Saya rasa lebih baik nominal subsidinya tidak usah terlalu besar, asalkan semua masyarakat yang datang bisa merasakan manfaatnya,” kata Hengki .
Sementara itu, Hengki juga menyoroti ketidakpastian waktu pembagian kupon yang berubah-ubah. Karena itu, sebagian warga yang datang pada jam tertentu tidak memperoleh kupon karena persediaan sudah habis.
Selain persoalan distribusi, ia juga mengaku tidak menerima informasi resmi mengenai sistem kupon pada hari pertama bazar. Akibatnya, ia sempat menolak kupon yang dibawa pembeli karena tidak memahami mekanisme klaim kepada panitia.
Di sisi lain, seorang pengunjung yang berhasil mendapatkan kupon menyebut ia mengetahui informasi tersebut dari temannya yang lebih dulu datang ke lokasi bazar. Oleh sebab itu, kondisi tersebut menjadi catatan bagi penyelenggara agar sosialisasi dan distribusi kupon subsidi berjalan lebih tertib selama sisa pelaksanaan bazar Ramadhan.(VREDO)
PADANG – Tata kelola olahraga prestasi Sumbar menjadi rujukan bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)…
Sebuah kapal pengangkut semen produksi PT Semen Padang bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,…
PADANG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat,…
PADANG — Hari Lingkungan Hidup 2026 Padang ditandai dengan penanaman ribuan bibit pohon di Hutan…
SWARNASUMBAR.COM — BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan ke Badan Pusat Statistik…
SWARNASUMBAR.COM – Pemimpin BRI Cabang Khatib Sulaiman bersama jajaran Manajemen BRI Region 3 Padang memperkuat…