PADANG — Pemerintah mulai melakukan pengerukan sungai di Kelurahan Surau Gadang, Kota Padang, Jumat pagi (30/1/2026), sebagai tindak lanjut pascabanjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025.
Banjir bandang tersebut menyebabkan pendangkalan sungai akibat endapan pasir dan material lumpur. Sebelum kejadian, kedalaman sungai dari bibir ke dasar diperkirakan lebih dari dua meter. Namun setelah banjir, aliran sungai menjadi dangkal dan berisiko meluap saat hujan deras.
Salah satu titik pengerukan berada di sungai yang melintas di depan intake PDAM Surau Gadang. Lokasi ini sebelumnya terdampak cukup parah, termasuk rusaknya jembatan penghubung antara Kelurahan Surau Gadang dan kawasan Sawa Liek yang terputus akibat derasnya arus banjir.
Pantauan di lapangan menunjukkan alat berat telah mulai beroperasi untuk mengangkat material pasir dari badan sungai guna memperlancar aliran air.
Warga yang tinggal di sekitar sungai menyambut baik langkah tersebut. Seorang warga Kompleks M Vredo menyebutkan bahwa sebelum dilakukan pengerukan, masyarakat khawatir air sungai akan meluap ke permukiman jika hujan turun lebih dari satu hari berturut-turut.

Pengerukan sungai ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan serta meningkatkan keamanan lingkungan permukiman di sekitar bantaran sungai di kelurahan Surau Gadang dan sekitarnya .( st sati )








